Cry Again Part 4

on

image

Author : Eunmin shiper

Tittle : Cry Again

Cover by : ig @qtyart

Genre : Girl×Girl, Romance

Soundtrack : Davichi – Cry Again

Main Cast :
👉 Ham EunJung
👉 Park HyoMin
👉 WooHyun ( Infinite )

Support Cast :
👉Park Jiyeon

Beberapa scene cerita di ff ini diambil dari mv cry again milik davichi, jadi jika ada kesamaan dipertengahan atau diakhir chap ff ini, itu adalah faktor kesengajaan dari author yang memang mengangkat cerita dari mv tersebut.

📖 Happy Reading📖

♡ Hyomin POV ♡

Nuuuutttt nuuuttttt

Woohyun oppa tidak mengangkat telfon ku sejak tadi, entah apa yang sedang ia lakukan, ini sangat menyebalkan.

Sejak kemarin jiyeon belum mengangkat kaki dari rumahku, sampai kapan dia akan tetap disini?

Aku membaringkan tubuhku dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.

” Entah, aku merasa tidak suka jika jiyeon datang ke sini, ahh~ tidak, bukan itu, aku tidak suka jiyeon seakrab ini dengan unnie. ” batin ku.

” Lagi pula, sejak kapan mereka dekat? Kenapa aku tidak mengetahui kedekatan mereka sampai seperti ini? Kenapa tidak ada yang memberitau ku?” Aku mulai bertanya entah pada siapa

Aishhhh~

Aku mengacak rambutku

” bahkan aku merasa terlalu kesepian sendiri disini ”

=================================

♡ Author POV ♡

“Unnie”

jiyeon memanggil unnie-nya yang sedang memandang langit langit penuh bintang di balkon bersama nya.

” hmm”

Hanya itu balasannya.

Jiyeon mendekati Eunjung dan mulai menyarankan beberapa hal.

” akan lebih baik jika kau bicara padanya unnie ” ucap jiyeon

” bicarakan apa maksudmu? ” Eunjung bertanya seolah tidak paham

” tidak perlu berpura pura unnie, aku tau apa yang kau pikirkan sekarang” ucap jiyeon.

Eunjung kembali menatap langit

” sepertinya ini saat yang tepat, hyomin pasti belum makan, kau bisa berpura pura menyuruhnya makan malam bersama kita, dan aku akan memasak untuk kita ” ucap jiyeon semangat

Eunjung nampak berpikir, ia dan hyomin memang tidak seharusnya terus saling diam.

” kajjayo ” ucap jiyeon, eunjung membalas dengan senyuman

Selanjutnya mereka bersiap didapur

” aku tau kalian butuh banyak waktu untuk bicara, jadi pergilah unnie. Jangan membuat aku menunggu setelah masakanku selesai, eoh? ^^ ” ucap jiyeon

=================================

nuuuuttttt nuuutttt

” issshhh, masih tidak diangkat, kemana dia malam malam begini? “Hyomin terus berbicara sendiri.

” dasar, saat dibutuhkan justru dia menghilang entah kemana ” hyomin bicara pada ponselnya

Dia merasa tidak tahan sendirian, tapi entah harus dengan siapa ia menghabiskan saat saat membosankannya.

Ia melihat kontak kontak teman di ponselnya, ia memilih siapa yang mungkin bisa menemaninya.

Boram

” Ahh~ mungkin si tukang makan ini bisa menemaniku ”

Hyomin segera menghubungi teman sekelasnya itu, lebih tepatnya teman sebangkunya, meski tidak terlalu dekat, tapi mereka sudah membicarakan banyak hal.

” yeoboseo ”

Boram langsung memjawab telfonnya, dari suaranya, hyomin tau betul jika bocah ini sedang mengunyah sesuatu yg penuh dimulutnya.

” heyy~ habiskan dulu makanan di mulutmu ” teriak hyomin

” arra.. arraso ” boram mengunyah makanannya perlahan

” apa kau bisa menemaniku, ini terserah kemana pun kau mau, lebih tepatnya aku yang akan menemanimu ” ucap Hyomin

” hari ini aku tidak kemana mana lagi hyomin ahh, aku baru saja kembali dari membeli burger yang tidak jauh dari sini, setelah ini aku akan pesan pizza secara delivery ” ucap boram

” aishh ~ bagaimana jika aku kerumah mu? ”

” itu tidak bisa, ibu akan marah jika membawa teman kerumah, dia akan mengira aku tidak benar benar belajar ”

” ku kira kau sedang pesta makan besar”

” tentu saja, aku tidak benar benar belajar, jika kau datang, maka habislah aku ”

” ahhhh~ payahhhh ” teriak hyomin, lalu menutup telfonnya.

” untuk apa belajar? Ujian masih lama” ucap hyomin kesal

Hyomin kembali membaringkan dirinya

Ia bahkan belum makan apapun

Hyomin mendekati pintu dan mencoba mendengar sesuatu, tapi tidak ada suara apapun.

” sepertinya mereka sudah pergi ”

Hyomin membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat Eunjung berada tepat didepannya.

” aishhhh ~ unnie.. kau mengejutkanku ” ucap hyomin

” aku baru akan masuk kekamarmu” ucap eunjung

“Hmm.. ada apa? ” hyomin bertanya sedikit cuek.

” masuklah dulu ”

eunjung mengajak hyomin masuk ke kamar dan duduk diranjang hyomin.

” ada apa unnie? 😒 ”

hyomin seperti ingin segera mengakhiri pembicaraan ini.

” apa kau sudah makan malam? ” eunjung bertanya

” aku sama sekali tidak makan ” jawab hyomin

” mwo? Kenapa? Apa kau terlalu sibuk memikirkan kekasihmu itu hingga kau tidak memikirkan dirimu sendiri? ” eunjung mulai marah

Hyomin diam sejenak sambil menatap eunjung dihadapannya

” lalu kau apa unnie? ” airmata hyomin mulai berkaca kaca.

” kau.. kau terlalu sibuk dengan teman ku hingga kau tidak memikir kan adikmu ini ” lanjutnya

” jika bukan kau, siapa yang akan mengingatkan aku untuk makan? ” hyomin melanjutkan

” sudah 2 hari, teman.. temanku itu seperti telah merebut mu dariku ” airmatanya kini jatuh.

” kau lihat kemana aku pergi seharian? Tidak, aku tidak kemanapun, aku hanya memikirkan mu yang tidak memikirkan aku ” ucap hyomin tanpa berhenti

” kau…”

” hussttt ~ ” eunjung menghentikan

Ia menghapus airmata adik nya

” siapa bilang aku tidak memikirkanmu? Aku selalu memikirkanmu setiap saat, sebab itu aku kemari ” ucap eunjung

” benarkah? 😦 ”

Eunjung mengangguk

” aku tidak suka jiyeon disini ” ucap hyomin

” apakah kau cemburu ? ”

” aishh~ tentu saja tidak ”

” kojitmal ” ucap eunjung

“Aniyo ” ucap hyomin

” sejak kapan kau dekat dengannya hah? Kenapa tidak mengatakan padaku ? ” tanya hyomin

” bukan aku tidak ingin mengatakannya, tapi coba kau pikirkan, pernahkan kita sempat membicarakan bahkan hanya hal kecil setiap hari? Kau terlalu sibuk ”

” mianhae unnie ” hyomin memeluk unnie-nya

” gwenchana ” ucap eunjung, membalas pelukan hyomin

“Sekarang makan malam bersama ku, jiyeon yang memasak ” lanjut eunjung

” ishhh~ anak itu belum pergi? ”

=================================

” jaga dirimu Hyomin ~ahh ”

Ucap jiyeon

” ishhh ~ Eunjung unnie tidak akan lama meninggalkan aku ” ucap hyomin

” aku segera kembali ” ucap eunjung pada hyomin

Hyomin tersenyum seiring dengan kepergian kedua gadis itu.

Hyomin berjalan memasuki kamarnya.

Hyomin membaringkan dirinya diatas ranjang, setelah Eunjung meminta izin untuk mengantar Jiyeon pulang kerumahnya.

Hyomin mengambil ponselnya dan juga earphone untuk mendenhar lagu lagu favorite nya.

BRAKKKK~
[Suara pecahan]

Hyomin terkejut, tiba tiba ia jadi takut.

” Eunjung unnie baru saja pergi, tidak mungkin itu dia ” pikirnya

Hyomin berjalan pelan, tangannya mengambil sapu yang berada dibelakanh pintu kamar.

Dibuka nya pintu kamar perlahan, dan benar, ia mendapati seseorang tengah berdiri didepan kamarnya.

“Woohyun oppa? ” ia terkejut melihat siapa yang datang.

” kenapa kau datang kemari dengan keadaan seperti ini? ” hyomin panik melihat woohyun nampak sempoyongan

Ia membantu woohyun untuk berbaring diranjangnya.

” bagaimana jika ada Eunjung unnie? ” ucap hyomin panik sambil menutup pintu kamar.

” kau bahkan tidak mengetuk pintu ” ucapnya lagi

Hyomin memperhatikan kekasihnya itu, ini pertama kalinya ia melihat woohyun dengan keadaan seperti ini.

Ia sedikit ragu, sebelumnya ia pikir woohyun adalah pria yang baik.

Woohyun mengambil posisi duduk, ia memegang pipi hyomin, seolah tau apa yang hyomin pikirkan, ia pun menjelaskan.

” kau jangan salah paham, aku begini karena frustasi, sebelumnya aku tidak akan melakukan ini jika tidak tertekan. ” jelasnya

” apa yang menganggu pikiranmu? ” tanya hyomin dengan lembut

” orang tua ku.. mereka akan menjodohkan aku dengan seseorang yang bahkan tidak ku kenal ” ucapnya

” mwo? ” hyomin terkejut, tapi ia jauh lebih sedih.

” mereka mulai menekanku, aku tidak ingin menyakitimu, aku mencintaimu ”

Ucap woohyun

Hyomin menunduk

Woohyun mengangkat dagu hyomin, dan mendekatkan dirinya, Secara reflek hyomin memundurkan kepalanya.

Ia menatap woohyun dengan tatapan kaget. Entahlah~ ia merasa tidak siap untuk ini.

Woohyun termenung sejenak.

“Maafkan aku ” ucapnya lalu pergi.

Hyomin tidak mengejarnya, ia hanya diam. Ia masih sedikit terkejut.

Ia melamun dengan tatapan kosong beberapa menit hingga eunjung kembali.

” hyominn~ ” panggil nya membuat hyomin terkejut

” ahh~ unnie, kau sudah kembali ” ucapnya sambil tersenyum.

” kenapa kau tidak menutup pintu rumah? ” tanya eunjung

” aa.. akuu.. mungkin.. aku lupaa~ iya! Aku lupa menutupnya ” ucap hyomin terbata bata

” bagaimana jika ada yang masuk? Kau terlalu ceroboh ” ucap eunjung

” mianhae unnie ” ucap hyomin, pikirannya masih entah kemana.

Ia menunduk dengan tatapan kosong.

” ada apa, hmm? ” eunjung memegang pipinya.

Hyomin menggeleng.

” katakan lah ” ucap eunjung.

” aku tidak apa apa unnie ” hyomin tersenyum lebar.

” aku akan mandi sekarang, setelah itu aku ingin kau menemani ku tidur seperti hari hari sebelumnya ” ucap hyomin

Ia berjalan cepat ke kamar mandi.

Sebenarnya,

Terlalu banyak yang harus ia pikirkan.

=================================

♡ Hyomin POV ♡

Pagi ini, aku menyiapkan sekolahku.

” buku pelajaran, alat tulis, ” ucap ku sambil melihat perlengkapan sekolahnya dimeja.

Aku beranjak ke depan cermin.

” dasi, ikat pinggang, semua sudah siap ” ucapku lagi.

Aku cukup bersemangat hari ini, kemudian aku mengambil ponselku untuk menghubungi woohyun oppa.

Aku berharap ia akan menjemputku.

nnnuuutttt nnuuttt

“Tidak diangkat? ” aku sedikit kesal.

Dia berulah lagi, apa ada masalah lagi?

Atau dia marah padaku karena kemarin aku menolak..

” ahh ~ aku harus menemuinya!” Ucapku saat mulai pening memikirkan woohyun oppa

Aku berjalan keluar kamar dan menemui eunjung unnie dimeja makan.

” selamat pagi unnie~! ” sapaku padanya lalu menyantap sarapanku.

” selamat pagi ” jawabnya

Kami saling tersenyum satu sama lain.

“Unnie~” panggilku ditengah hening.

” hmm? ”

” kau tidak perlu menjemputku sepulang kuliah mu nanti, ne? ” ucapku

” aku ada urusan sebentar, aku akan segera pulang ” lanjutku

” kau mau kemana? “Tanya nya

” akan ku beri tau nanti setelah aku pulang, kajja~ kita hampir terlambat ” ucapku buru buru agar eunjung unnie tidak bertanya lagi.

Eunjung unnie melihat jam tangannya lalu mengerutkan dahinya, aku yakin dia bingung, ini memang tidak sama sekali terlambat, aku hanya menghindari pertanyaan yang mungkin akan ditanyakannnya lagi.

Aku segera berjalan keluar dan kembali menunggu Eunjung unnie.

Mungkin woohyun oppa tidak akan datang, jadi aku akan berangkat bersama Eunjung unnie.

Aku benar benar harus bertemu dengan woohyun oppa.

Ya~

Aku harus~

=================================

Aku melihat kesana kemari,

Tapi tidak aku temukan juga orang yang telah mengabaikanku semalaman itu.

Mahasiswa mahasiswa keluar satu persatu dari kampus.

Aku melihat orang demi orang yang keluar melalui pintu utama kampus besar ini.

Aku berjalan ke salah satu bangku ditaman yang tidak jauh dari pintu utama kampus.

Aku terus fokus mencari woohyun oppa, satu orang pun tidak aku lewatkan sama sekali.

Sampai aku melihat seseorang, seseorang yang tidak aku harapkan.

” Eunjung unnie~!! ”

Aku segera bersembunyi dibalik pohon yang berada dibelakang bangku.

Aku melihat eunjung unnie pergi dengan motornya.

Hyuhhhh~ jika aku lengah sedikit, maka habis lah aku jika Eunjung unnie melihatku

Dia akan menyuruhku pulang sementara aku tidak tau apa alasan ku jika dia bertanya mengapa aku disini.

Aku menyenderkan tubuhku di pohon itu dan mengambil nafas lega.

Setidaknya hari ini Tuhan menyelamatkan ku untuk hal penting.

=================================

♡ Author POV ♡

Woohyun berjalan cepat menuju parkiran dimana mobilnya diparkirkan.

Langkahnya terhenti saat melihat kekasihnya tengah berdiri dibalik pohon ditaman.

” apa yang dilakukan anak itu disini? ” tanyanya pada dirinya sendiri.

” mungkin dia menunggu Eunjung, tapi bukankah Eunjung sudah keluar kelas tadi? ” batinnya.

Ia ingin menghampiri hyomin, namun ia mengurungkan niatnya.

” aku tidak perlu menemui-nya, ” ucapnya, entah dari bisikan siapa, dia enggan menemui hyomin.

Ia meneruskan perjalanan nya ke parkiran dan pulang.

Sementara hyomin terus menunggunya, bahkan tidak menyadari jika kampus hampir sepi.

=================================

” 18:00 kst ”

” kenapa Hyomin belum pulang juga? ” Eunjung berdiri didepan jendela.

Hujan perlahan turun semakin deras.

“Ini sudah sangat gelap, kemana dia? ” Eunjung mulai panik.

Dia mencoba menghubungi Hyomin, namun ponselnya tidak aktif.

” urusan apa yang dimaksud anak itu? ” dia tidak berhenti mengkhawatirkan Hyomin.

Eunjung terus berjalan bolak-balik, ia sangat panik, tapi ia tidak tau apa yang harus dilakukannya.

Tiba tiba ia teringat satu hal.

” jiyeon~! ”

” aku akan menghubunginya ” ucap Eunjung.

Segera ia menghubungi Jiyeon, ia pikir Jiyeon tau sesuatu.

” yeoboseo~” suara dari sana.

” Jiyeon-ah, apa Hyomin bersamamu? ” tanya Eunjung panik.

” Hyomin? Tidak ada, Dia tidak bersamaku,unnie” jawab Jiyeon.

” aish~ dimana anak itu ” Eunjung menggerutu.

” memangnya Hyomin belum pulang? Justru saat bel pulang dibunyikan, dia lah yang paling antusias dan duluan keluar kelas, tapi setelah itu aku tidak melihatnya, unnie ” jelas jiyeon.

” dia tidak mengabarimu kah(?), tentang kemana dia akan pergi? ” tanya jiyeon

” dia sama sekali tidak mengabariku ” ucap eunjung

” apa kau tidak menghubunginya? ” tanya jiyeon lagi

” aku menghubunginya berkali kali, tapi ponselnya tidak aktif, sama sekali tidak bisa dihubungi ” jawab Eunjung.

” hmm, bagaimana ini? Dia tidak mengatakan apapun padaku ” ucap jiyeon menyesal.

” gwenchana, aku akan menunggunya” ucap eunjung

” ahh~ aku ingat~! Coba saja kau hubungi kekasihnya itu, unnie! Mungkin Hyomin bersama nya ” ucap jiyeon semangat.

“Kau benar, kenapa tidak terpikir sejak tadi, gomawo jiyeon-ah, aku akan menghubunginya ” ucap Eunjung

” ne.. kabari aku jika kau sudah temukan Hyomin ” ucap Jiyeon

” arraso ”

Eunjung segera menutup sambungan telfonnya dan beralih menghubungi Woohyun, teman satu kampus dan satu fakultas nya itu.

” yeoboseo, Eunjung? ”

” dimana Hyomin? ” eunjung langsung saja bertanya tanpa basa basi.

” apa maksudmu? ” tanya woohyun bingung

” ini sudah terlalu malam, dimana hyomin? Keman kau membawanya? ” Eunjung berteriak

” tunggu dulu Eunjung, apa maksudmu? Hyomin? Aku tidak bersamanya ” ucap woohyun menjelaskan.

” mwo? ”

eunjung agak frustasi, dia tidak tau kemana lagi akan menanyai tentang adiknya itu.

” apa Hyomin belum pulang ? ” tanya woohyun

“Dia sama sekali tidak pulang ” jawab eunjung.

” bukankah dia menunggumu dikampus? ” ucap woohyun.

” dikampus? ” eunjung sedikit bingung

” ya~ aku melihat dia dikampus tadi siang, kukira dia menunggumu, maka aku pulang ” ucap woohyun

” mwo? Kau .. kau meninggalkannya? ” teriak eunjung

” bukan begitu… ” woohyun berusaha menjelaskan, namun eunjung memotong.

” kemari lah kau~!! ”

=================================

” hey~ apa yang kau lakukan disini? ”

Tanya seorang satpam yang sedang berjaga.

” aku menunggu seseorang ” ucap Hyomin sambil tersenyum

” memang ada kelas malam ”

” aku akan menunggu disini ” ucap hyomin.

” hujan baru saja berhenti, jika hujan turun lagi, pos jaga ku berada disana, datanglah kesana ” ucap satpam itu sambil menunjuk ke arah posnya

Hyomin mengangguk

” arraso, kamsahamnida ” ucapnya sambil menunduk.

Setelah satpam itu pergi,

ia memeluk dirinya sendiri dan memandang langit

” mau berapa lama lagi? ” tanya nya sambil menggigil.

Sejak awal ia tidak beranjakndari duduknya meski hujan turun begitu deras sejak siang tadi.

” mau berapa lama lagi aku menunggu?” Tanyanya lemas.

Perlahan tubuh hyomin jatuh, ia terbaring dibangku taman itu.

Perlahan setetes hujan sedikit demi sedikit membasahi pipinya bersama dengan airmatanya yang mengalir.

================================

Mobil woohyun melaju begitu cepat karena teriakan demi teriakan yang dilontarkan Eunjung yang sudab begitu panik.

” cepatlahh”

” apa kau tidak bisa lebih cepat, hah?”

” hujan turun, jalanan licin~! Bersabarlah, atau kita akan celaka” ucap woohyun

” apa maksudmu? Jika terjadi sesuatu pada Hyomin, maka aku tidak akan memaafkanmu” ucap Eunjung

” Jika terjadi sesuatu pada kita maka apa? ” tanya Woohyun.

” kita celaka dan hyomin pun tidak akan bisa kita temui sekarang, karena kita sudah celaka duluan ” ucap woohyun kesal.

Eunjung diam.

Woohyun selalu bisa membuat Eunjung berhenti dari ucapannya.

Saat sampai, mereka segera berlari ketempat dimana Hyomin menunggu woohyun.

” Hyominn ”

Eunjung begitu terkejut melihat hyomin terbaring dibangku taman itu, ia segera berlari mendekati hyomin dan memeluk adiknya itu.

” aku sama sekali tidak tau, aku pikir dia menunggumu ” woohyun kembali mencoba menjelaskan.

” SEHARUSNYA KAU TAU JIKA DIA MENUNGGUMU!!! ”

Teriak Eunjung membuat Woohyun termenung sejenak.

Ia tidak mengerti,

Ia tidak tau apa yang sebenarnya ia inginkan dari Hyomin,

Bahkan ia tidak merasakan apapun saat ini.

~
~
~
~
~
~
~
~

~
~
~
~

TBC ~!

Anyeonghaseo~ *bow*

Hehe.. masihkah kalian menungguku?

Maaf, baru bisa lanjut sekarang, yuuk~ keroyok author ini bareng bareng 😂

Selanjutnya author akan updet terus kok. Tenang tenang ~ 😆

Btw, chap ini sengaja dipanjangin biar reader puas, tp apa masih kurang? 😂
Tunggu kelanjutannya aja yaa..

Anyeong anyeong ✋

Advertisements

One Comment Add yours

  1. desi14 says:

    Gila
    Akhir ny lu update thor
    Gue udah nunggu2 lo tau ga
    D chap ini gue sdikit mrasa puas

    Tuh woohyun pen gue geplak dehk😠

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s