Heal Your Soul, Mend Your Heart


image

Oneshoot Fanfiction

Tittle : Heal Your Soul, Mend Your Heart

Genre : Yuri/Girl×Girl

Main Cast :
– Park Hyomin
– Ham Eunjung

Other Cast :
– Park Jiyeon
– Yoo Seungho

HAPPY READING

¤¤¤¤¤¤¤

♡ Author POV ♡

Eunjung, Hyomin dan Jiyeon sudah berteman sejak mereka masih kecil, mereka tidak terpisahkan dan tidak bisa dihancurkan. Karena Jiyeon adalah yang terkecil diantara mereka, Jiyeon mendapat banyak kasih sayang dari kedua sahabatnya.

Karena tumbuh bersama, mereka tau perubahan masing masing sahabatnya, tapi Jiyeon tidak menyadari perasaan Eunjung dan Hyomin padanya, perasaan itu mereka sembunyikan dari Jiyeon, mereka takut perasaan itu akan menghancurkan ikatan persahabatan mereka.

Sementara Eunjung dan Hyomin tau bagaimana perasaan satu sama lain pada Jiyeon tapi mereka berpura pura tidak tau apapun tentang itu, keduanya telah menunggu satu sama lain untuk mengakui perasaan mereka lebih dulu pada Jiyeon dan bersedia untuk memendam perasaan mereka demi melihat sahabat mereka bahagia. Namun tidak satupun dari mereka yang mengungkapkan perasaan mereka pada Jiyeon sampai suatu hari Jiyeon mengatakan sesuatu kepada mereka.

Di sebuah kedai kopi tempat dimana mereka bertiga biasa berkumpul saat akhir pekan. Mereka selalu berlibur bersama setiap minggu setelah kesibukan mereka masing masing. Tapi sesuatu yang akan Jiyeon katakan kepada dua sahabatnya itu akan mengubah mereka selamanya.

“Eunjung unnie, Hyomin unnie, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian!!,” Jiyeon tersenyum saat ia memutuskan untuk memberitahu hal penting ini pada mereka.

” apa itu?..” Eunjung bertanya.

Hyomin menikmati kopinya sambil mendengar apa yang akan jiyeon katakan.

“Aku telah berkencan denga Seungho oppa sekarang” Jiyeon menutupi wajahnya dengan tangannya.

Eunjung dan Hyomin terkejut mendengarnya, Jiyeon mengintip melalui jari-jarinya.

“Wae??, kalian tidak menyukainya?” Jiyeon mulai takut.

“Aniyo~ tidak seperti itu!!, aku senang mendengarnya, Chukkae!!” Ucap Eunjung cepat cepat memberi selamat pada Jiyeon, tetapi tampaknya Hyomin masih diam.

“Gomawo unnie..” Jiyeon terlihat begitu senang. Eunjung cukup cepat untuk menangani situasi, ia menyenggol tubuh Hyomin dan membuat Hyomin sadar dari lamunannya.

“Oh, ini adalah berita bagus, chukkae Jiyeon ahh” Hyomin bangkit dan membungkuk untuk memeluk Jiyeon.

“Gomawo, Hyomin unnie” Jiyeon membalas pelukkan Hyomin.

“Fiuh, aku sangat lega, aku pikir kalian tidak akan suka jika aku berhubungan dengan dia” Jiyeon melepaskan napas lega nya.

“Apa yang membuat kau berpikir seperti itu, kami sangat senang mendengarnya!!,” ucap Eunjung kemudian melirik Hyomin.

“Ya, tentu saja” Hyomin tersenyum paksa.

Setelah itu Jiyeon mulai menceritakan kepada dua sahabatnya bagaimana Seungho menyatakan perasaannya pada Jiyeon, menceritakan betapa menyenangkan dan romantisnya dia.

Eunjung dan Hyomin tetap mendengarkan cerita Jiyeon meskipun hati mereka bagai tertusuk ribuan jarum, mereka berpikir itu lebih baik daripada menghentikan kebahagiaan Jiyeon.

Jiyeon melirik jam tangannya dan memeluk dua sahabatnya, sebelum meninggalkan mereka untuk kencannya dengan Seungho.

“Eunjung unnie, bawalah Hyomin unnie pulang” kata Jiyeon

“Tentu saja!!” Ucap Eunjung.

have a good night .. Jiyeon ah” Hyomin memeluk Jiyeon sebelum memasuki mobil Eunjung.

Eunjung dan Hyomin berada di dalam pikiran mereka masing masing dan tidak ada yang mengatakan apapun selama didalam mobil, mereka kembali dalam kesadaran mereka ketika mereka mendengar suara klakson mobil dari belakang dan menyadari lampu rambu lalu lintas sudah berubah hijau.

“Pabo” Hyomin berbicara untuk pertama kalinya.

“Yaaa~, aku hanya tidak melihat, itu tidak berarti aku Pabo” Eunjung membela dirinya sendiri

“Kau benar-benar Pabo” Hyomin mengulangi.

“Yaaa~ Park Sunyoung” Eunjung sedikit berteriak.

“Kenapa kau tidak mengatakan padanya? Kenapa kau terus menunggu sampai dia diambil?” Hyomin bertanya dengan dingin.

“Kau tau” Eunjung terkejut.

“Sudah lama aku tau kau Eunjung unnie” ucap Hyomin.

“Bagaimana denganmu? apa yang kau tunggu?” Eunjung bertanya.

“Itu bukan jawaban” ucap Hyomin.

“Kenapa aku harus memberikan jawaban padamu, jika kau bahkan tidak bisa memberikan jawaban padaku.” Ucap Eunjung.

“Aku hanya berharap kau cukup berani untuk mengatakan padanya” Hyomin melirik Eunjung.

“Kalau begitu kau tidak jauh berbeda dariku, kau juga Pabo~” ucap Eunjung.

“Hentikan mobilnya” perintah Hyomin.

“Kenapa?” Tanya Eunjung

“Aku ingin keluar” Hyomin menjawab dengan nada dingin.

“Hyomin~ Tapi.. ”

“Hentikan” Hyomin mengulangi.

Eunjung tidak punya pilihan, Dia menghentikan mobilnya di sisi jalan, Hyomin keluar dari mobil Eunjung dan berjalan di jalan setapak dan menghilang ke kerumunan, Eunjung hanya bisa memukul pada roda kemudi.

♡♡♡♡♡♡

Setelah hari dimana Jiyeon memberitahu kepada sahabatnya tentang kencannya, ia menjadi jauh dari sahabatnya dan terlalu sering dengan kekasihnya, Jiyeon hampir tidak mempunyai kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan sahabatnya.

Sejauh ini Eunjung cukup baik, namun Hyomin nampak kehilangan semua keceriaannya, meskipun mereka sedih, mereka tidak pernah gagal untuk memperhatikan satu sama lain.

Eunjung selalu menghubungi Hyomin pada malam hari untuk memastikan apakah Hyomin sampai dirumah tepat waktu dan Hyomin selalu mengirimi pesan singkat pada Eunjung untuk memastikan apakah dia makan dengan teratur.

“Kita nampak menyedihkan, bukan?” Ucap Hyomin.

Kini mereka berada di puncak bukit, mereka berada di luar kota untuk berkemah dan untuk sekedar menenangkan hati yang tertekan.

” sepertinya begitu!!,” Eunjung menjawab sambil melihat pemandangan indah di depannya.

“Apakah kau pernah membayangkan bagaimana jika aku atau kau mengatakan pada Jiyeon dan berakhir dengan dia” Hyomin bertanya.

“Mungkin akan lebih buruk dari ini, kita mungkin tidak akan bersama sama seperti ini” ucap Eunjung

” ini bisa lebih buruk jika tidak ada kau” Hyomin tersenyum bersyukur.

Tiba-tiba hujan mulai turun mereka terkejut, mereka cepat lari ke perkemahan mereka dan menertawakan diri sendiri.

“Bahkan langit tidak mengasihani kita” Hyomin cemberut, Eunjung mengeluarkan handuk dari ranselnya untuk menyeka rambut Hyomin. Hyomin diam melihat Eunjung.

“Jangan salahkan langit, ini salahmu karena memilih datang ke sini selama musim hujan” Eunjung mengeluh.

“Dan kau menyetujuinya ” Hyomin membalas.

“Itu karena aku tidak ingin sahabatku menangis sendirian di hutan” ucap Eunjung, Hyomin melihat Eunjung dengan senyum bersyukur.

“Kau benar-benar yang terbaik Eunjung ah” Hyomin memeluk Eunjung dengan erat.

“Aku tau!!,” Eunjung tersenyum.

Eunjung dan Hyomin menemukan perlindungan dari satu sama lain, mereka berbagi rasa sakit bersama dan menangis bersama, dan apapun yang mereka butuhkan saat ini adalah bersandar pada setiap bahu satu sama lain dan menjadi kekuatan satu sama lain untuk melalui saat saat yang sulit, tidak ada yang bisa merasakan seperti cara mereka merasakan dan memahami betapa sulitnya bagi mereka kecuali mereka sendiri.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Akhirnya Jiyeon dapat menemukan waktu yang tepat untuk memperkenalkan Seungho pada sahabatnya, saat ini mereka tengah berkumpul disebuah club, dan Hyomin terus menginterogasi seungho.

“Hyomin unnie, kau membuat dia takut” Jiyeon bercanda mengeluh

“Tidak apa-apa Jiyeon” Seungho tersenyum.

“Terima kasih untuk memahami dia” Jiyeon memberikan senyuman manis untuk Seungho dan itu diketahui oleh Hyomin, itu membuat Hyomin cemburu.

“Jaga Jiyeon dengan baik untuk kami Seungho, Jiyeon sangat berharga bagi kami” kata Eunjung

“Aku akan melakukan yang terbaik, noona” janji Seungho.

“Aku akan memastikan kau tidak menginjak tanah jika kau menyakitinya” Hyomin mengancam

“Itu tidak akan pernah terjadi” Seungho berjanji pada Jiyeon dan membuat pipi Jiyeon memerah.

“Hei, Hyomin unnie, itu bukan air” ucap Jiyeon ketika melihat Hyomin meminum banyak alkohol dan itu sangat tidak biasa baginya.

I’m happy for you, Jiyeon ahh!! Let me drink!!” Hyomin tersenyum.

” gomawo unnie” jiyeon mencubit pipi Hyomin.

Malam itu Hyomin benar benar mabuk, Eunjung mabuk juga, tapi tidak lebih buruk dari Hyomin, Eunjung menghela napas melihat Hyomin. Jiyeon yang minum hanya sedikit ingin membantu Eunjung untuk membawa Hyomin pulang kerumah. tapi Eunjung menolak dan meminta Seungho untuk mengantar Jiyeon pulang kerumah dan dia akan mengurus Hyomin.

“Eunjung unnie, apakah kau yakin bisa mengemudi?” Jiyeon bertanya cemas

“Tentu saja, aku akan mengantar Hyomin pulang” Eunjung memberi senyum untuk meyakinkan.

“Seungho, bawa Jiyeon pulang ke rumah dengan aman!!” Eunjung menempatkan tangannya di bahu Seungho.

“Tentu, Eunjung noona” ucap Seungho

“Anak baik!!” Hyomin mengedipkan satu matanya.

“Yah, Hyomin unnie, kau begitu menggoda ketika sedang mabuk” Jiyeon mendesah.

“Hahaha, kau cemburu?” Hyomin tertawa

“Aniyo, aku hanya mengkhawatirkanmu!” protes Jiyeon.

“Oh, benarkah?” Hyomin bertanya

“Tentu saja, aku mencintaimu unnie” Jiyeon memeluk Hyomin.

“Aku juga mencintaimu Jiyeon, aku benar-benar mencintaimu!!” Hyomin mengatakan dengan nada sedih.

okay! Have a good night guys!! ” Eunjung mencoba untuk membawa Hyomin kedalam mobilnya.

“Eunjung, tidakkah kau mencintai Jiyeon? katakan padanya” ucap Hyomin.

“Kau terlalu mabuk Sunyoung” Eunjung memasukkan Hyomin ke dalam mobilnya. Eunjung memutuskan untuk membawa Hyomin ke apartemennya karena sudah terlalu malam dan orang tua Hyomin akan terkejut melihat putri mereka seperti ini.

Jika Eunjung tidak mabuk, dia tidak akan memerlukan banyak waktu untuk membawa Hyomin kekamarnya, tapi keduanya cukup mabuk, Eunjung membaringkan Hyomin diranjang saat sampai dikamar.

“Aku tidak akan membiarkanmu mabuk seperti ini lagi ParkHyomin” Eunjung menempatkan diri duduk disebelah Hyomin yang berbaring.

“Hahaha, kau juga mabuk Ham Eunjung” Hyomin tertawa tapi kemudian tawanya berubah menjadi tangisan, Hyomin akhirnya terisak, Eunjung terkejut.

“Hyomin ah” Eunjung melihat Hyomin yang menghadap langit-langit kamarnya dengan air mata mengalir di pipinya.

” mengapa begitu sakit, Eunjung unnie? Apakah kau merasakan hal yang sama? “Hyomin menangis.

“Aku tau bagaimana perasaanmu” ucap Eunjung

” aku pikir aku akan benar benar senang melihatnya bahagia, tapi rasanya begitu sakit” ucap Hyomin.

“Akan lebih baik jika seseorang yang berdiri disampingnya adalah kau Eunjung ahh” lanjut Hyomin, Eunjung meneliti setiap inci wajah Hyomin.

“Itulah sebabnya kau ragu-ragu dan tidak mengatakan padanya” Eunjung menyimpulkan.

“aku akan benar-benar senang melihat kalian bersama karena kalian adalah teman terbaikku” Hyomin menangis.

“Pabo yah, bagaimana aku bisa melakukan itu pada mu saat aku telah sepenuhnya menyadari bagaimana perasaan mu padanya ” Eunjung menatap dalam pada Hyomin.

“Eunjung unnie” hanya itu yang keluar dari mulut Hyomin, Eunjung menghapus air mata Hyomin.

“Jika aku tau ini akan jadi seperti ini, aku akan pergi dan membiarkanmu bersama dengan Jiyeon” Eunjug mengungkapkan.

” Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi!!” Hyomin tersenyum meski air matanya masih mengalir.

“Jangan menangis Hyomin ah, it’s so much hurt to see you like this!!.” Eunjung menggunakan ibu jarinya untuk menghapus air mata Hyomin dan membungkuk untuk mencium keningnya.

Mereka saling menatap satu sama lain selama beberapa saat, Eunjung menurunkan tatapannya ke bibir Hyomin dan menciumnya, detak jantung mereka menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruangan yang diam.

Eunjung menutup matanya, dan sensasi baru menyebar melalui tubuh mereka, itu adalah percampuran antara ketenangan dan kenyamanan, mereka melepas ciuman mereka satu sama lain saat kembali pada kesadaran mereka.

“Maafkan a….” Eunjung hendak mengatakan sesuatu tapi ucaoannya terhenti ketika Hyomin meraih kepalanya dan kembali menciumnya, dan kali ini ciuman itu menjadi lebih bergairah dan erangan lembut lolos dari mulut mereka, tangan Eunjung mulai berkeliaran, pikiran mereka kosong, tubuh bekerja dengan cara mereka untuk mengeksplorasi satu sama lain, mereka bisa merasakan kepala mereka berputar dan semua yang mereka butuhkan sekarang adalah sesuatu yang bisamembantu mereka melewati rasa sakit ini, mereka tidak dapat mengendalikan diri lagi, mereka saling membutuhkan di sini, saat ini.

♡♡♡♡♡♡♡♡

Eunjung terbangun karena rasa sakit berdenyut di kepalanya, begitu berat untuk ditanggung, ia membuka matanya dan melihat dirinya di kamarnya dengan pakaian berhamburan di lantai, secara otomatis adegan tadi malam terbayang lagi dibenaknya, meskipun tidak jelas tapi cukup baginya untuk mengingat apa yang terjadi diantara dirinya dan Hyomin, ia menggigit bibirnya saat mengingat kejadian itu.

mengingat tentang Hyomin, Eunjung melihat sekeliling ruangan tapi dia tidak ada, pakaiannya, tasnya hilang.

 segera Eunjung meraih ponselnya dan menghubungi gadis itu, ia menunggu dengan sabar untuk mendapat jawaban, tapi tidak ada jawaban, Eunjung mulai kesal, ia mengirim pesan singkat untuk Hyomin, berharap gadis itu segera menerima pesan darinya.

To: Hyomin

Kita harus bicara,!!

From Eunjung   

Eunjung telah menunggu selama 10 menit tapi masih tidak ada jawaban. Eunjung menyerah dan pergi ke kamar mandi, berharap dia akan mendapatkan balasan setelah ia berjalan keluar dari kamar mandi.

Hyomin dalam perjalanan kembali ke rumahnya, dia berpikir tentang apa yang terjadi semalam antara dirinya dan Eunjung, kemudian ia menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu mabuk dan terbawa oleh kelemahan emosionalnya. Dia terlalu bingung memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini, apa mereka akan menempatkan persahabatan mereka dalam resiko, dia telah kehilangan Jiyeon, sekarang dia tidak mampu untuk kehilangan Eunjung.

“Maafkan aku Eunjung ahh, tolong beri aku waktu!!” ucap Hyomin, airmata sudah membendung bersiap untuk jatuh.

 Sudah seminggu setelah insiden tersebut dan Eunjung masih terus menelepon dan mengirimi pesan pada Hyomin tetapi tidak ada jawaban, itu membuat Eunjung marah dan frustrasi, tampaknya Hyomin meninggalkannya dengan perasaan gelisah.

Hyomin mencoba untuk menghindari Eunjung dan itu membuat keadaan semakin buruk, Eunjung tidak tahan lagi, dia memutuskan untuk pergi menunggu Hyomin di rumahnya. Mereka tidak bisa menghindar selamanya, mereka harus menghadapinya.

“Eunjung” Hyomin mematung saat melihat sahabatnya itu tengah menunggunya.

“Kita perlu bicara Park Hyomin” Eunjung mengatakan dengan tenang, dan tidak ada cara untuk Hyomin bisa menghindar lagi. Hyomin masuk ke mobil Eunjung dan menunggu Eunjung untuk memulai pembicaraan.

“Aku…” Hyomin dan Eunjung berbicara pada saat yang sama.

“kau duluan ..” kata Eunjung.

“kau lebih dulu..” Hyomin membiarkan Eunjung memulai.

“Dengar, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan malam itu” Eunjung memulai.

“tidak perlu, itu kesalahan kita brdua” ucap Hyomin.

“Hyomin, aku akan bertanggung jawab untuk itu”.

Hyomin terkejut mendengar itu, untuk sesaat ia merasa detak jantungnya berdetak lebih cepat.

“Eunjung, kau tidak perlu melakukan itu, kita berdua bersalah”.

Hyomin memilih untuk mengatakan apa yang terbaik untuk mereka. Hyomin tidak tau apa yang Eunjung pikirkan sehingga dia memutuskan untuk melanjutkan.

“Mari kita lupakan dan melanjutkan, berpura-pura seolah-olah hal itu tidak terjadi” ucap Hyomin.

“Apakah kau pikir kau bisa melakukan itu?” tanya Eunjung.

” Ne, kita melakukannya karena kita mabuk, itu saja” kata Hyomin.

” Arraso!!” Eunjung merasa lega.

“Kami masih berteman, kan?” Hyomin menatap Eunjung.

“Tentu saja” Eunjung menegaskan.

” Gomawo!!:)” Hyomin tersenyum.

Eunjung dan Hyomin kadang-kadang canggung melihat satu sama lain, dalam hati mereka menertawakan diri sendiri.

Seiring berjalannya waktu, semakin mereka bertemu satu sama lain, tanpa kata-kata, Sekilas mereka menyemangati satu sama lain yang hanya dipahami oleh mereka berdua, hal ini membantu mereka untuk mengurangi rasa sakit mereka, sedikit demi sedikit rasa sakit mereda dan berganti menjadi kehangatan dan perasaan nyama.

Setelah mereka berdamai, dua sahabat itu mencoba sebaik mungkin untuk bersikap normal seolah-olah tidak ada yang terjadi, mereka masih bertemu dari waktu ke waktu dengan Jiyeon yang juga membawa kekasihnya bersama.

Ketika mereka berpikir mereka baik-baik saja setiap kali mereka melihat Jiyeon begitu mesra dengan kekasihnya, kadang-kadang mereka tidak sadar saat menggenggam tangan masing-masing untuk dukungan, usaha mereka berarti banyak untuk satu sama lain.

mereka tetap menguatkan satu sama lain dengan janji tak terucap mereka “Aku di sini untuk Anda” Sementara Eunjung berhasil melupakan malam yang tak terduga dengan Hyomin, Hyomin tidak bisa membawa diri untuk melakukan itu, dia tidak bisa menghapus memori malam itu, dengan semua usahanya, Cara dia memandang Eunjung mulai berubah, tapi dia mencoba untuk menyembunyikannya.

” ini tidak mungkin .. cinta” Hyomin terus mengulangi kata itu dalam benaknya dan mengingatkan dirinya untuk tidak melewati batas.

♡♡♡♡♡♡♡♡

“Apa?” Eunjung bertanya dengan nada tidak senang.

“Eunjung unnie, aku minta maaf tapi Seungho sedang sakit!” ucap jiyeon.

” apa kau Serius Jiyeon??” Eunjung menggeleng masih tidak percaya.

” aku harap aku bisa meninggalkan dia di sini sendiri tapi dia tidak terlihat benar-benar baik” alasan Jiyeon.

“Tapi hari ini Hyomin berulang tahun Jiyeon, dia teman terbaikmu!!” suara Eunjung menjadi lebih keras.

” aku harap kau mengerti, unnie! aku tidak bisa meninggalkan dia di sini sendirian” Jiyeon bersikeras.

“Aku tidak percaya kau melakukan ini padanya” Eunjung merasa kecewa.

“Aku benar-benar minta maaf, aku akan menebusnya nanti” Jiyeon terdengar sedih.

“Sebaiknya kau menghubunginya dan meminta maaf padanya sendiri” Eunjung mencoba menenangkan dirinya.

“Ok, tapi tolong jaga dia dan buat perayaan spesial untuknya seperti yang kita lakukan setiap tahun” Jiyeon memohon.

“Arraso” Eunjung menjawab.

“Terima kasih Eunjung unnie” kata Jiyeon.

“Jiyeon” Eunjung panggilan sebelum dia menutup telepon.

“aku minta maaf karena berteriak padamu tadi!” Eunjung meminta maaf.

“Jangan khawatir unnie, aku pantas mendapatkannya, aku tahu Hyomin unnie begitu berharga” kata Jiyeon

“arra” Eunjung tersenyum dan menutup teleponnya ketika ia melihat Hyomin berjalan ke mejanya, dia melambaikan padanya.

“Annyeong” Hyomin menyapa dan duduk berlawanan dengan Eunjung

“Annyeong” Eunjung menyapa kembali

“Di mana Jiyeon?” Hyomin bertanya

“Dia tidak bisa datang, Seungho sedang sakit” Eunjung dapat melihat betapa kecewanya Hyomin.

“Oh, begitu!!” senyum Hyomin memudar.

“Dia meminta maaf dan akan menghubungimu nanti” Eunjung mencoba untuk membuat Hyomin merasa lebih baik.

” Tidak apa-apa, aku mengerti” Hyomin memaksa tersenyum.

“Apakah kau baik-baik saja?” Eunjung bertanya.

“Mengapa tidak?” Hyomin mengambil menu.

“Dia tidak bisa berada di sini pada hari istimewamu” Eunjung menggigit bibir bawahnya.

” aku pikir ini lebih baik sehingga aku tidak harus melihat kemesraan mereka dihari ulang tahunku” Hyomin tersenyum

“Ah, kau benar” Eunjung menyeringai

“Mari kita memesan makanan, aku lapar sekarang” Hyomin membalik menu.

“ne” Eunjung tersenyum cerah.

Eunjung dan Hyomin menikmati makan malam bersama-sama, hanya mereka berdua, mereka tertawa dan tersenyum tentang beberapa hal, mereka berbicara tentang pekerjaan mereka, dan bernostalgia tentang masa muda.

Mereka tidak bisa ingat kapan terakhir kali mereka menghabiskan waktu berdua seperti ini, ini memberikan mereka ketenangan pikiran, mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, tanpa apapun yang disembunyikan.

Dengan Hyomin di depan Eunjung, Eunjung terus memandangi Hyomin, maka Eunjung menyadari sesuatu, sesuatu yang tidak pernah di lakukan sebelumnya ketika berada diantara Jiyeon.

bagaimana tanpa lelah dia bisa mendengarkan apa yang Hyomin katakan, bagaimana tanpa sadar dia tersenyum ketika Hyomin tersenyum, betapa anggun dan indah Hyomin ketika hanya dengannya, jantungnya berdetak cepat sekarang.

Akhirnya menu terakhir yang Eunjung siapkan untuk Hyomin tiba, itu adalah cake berbentuk wajah Minnie mouse buatan nya sendiri, Hyomin melihat itu dengan mata berbinar-nya.

“Selamat Ulang Tahun Hyomin ah” kata Eunjung

“Terima kasih” mata Hyomin mulai berkaca kaca.

“aku berharap kau mendapat kebahagiaan, kesehatan dan banyak cinta, mungkin hati mu akan menemukan cinta” ucap Eunjung.

“Terima kasih Eunjung ah”

“Apakah kau benar-benar membuatnya sendiri?” Hyomin bertanya.

“Ya, apakah ini terlihat seperti wajah Minnie Mouse?” Eunjung bertanya ketika Hyomin terus menatap cake nya.

” sedikit!! ” Hyomin menahan tawa.

” jadi?” Eunjung mengerutkan dahi.

“Maksudku inj lucu” ucap Hyomin kemudian dia mengambil ponselnya dan bersiap mengambil beberapa foto dirinya bersama cake Minnie mouse dan tentu saja pembuatnya.

“kemana lagi kau ingin pergi?” Eunjung bertanya setelah mereka selesai dengan cake mereka.

” wae? kau ingin menemaniku? Hyomin bertanya sambil tersenyum.

“Ne, hari ini hari istimewa mu, kemanapun kau pergi, aku akan menemanimu!”

“Hm, biarkan aku berpikir” Hyomin menempatkan jari di dagunya.

Satu jam kemudian

Hyomin duduk di sebuah ayunan, Eunjung duduk di ayunan yang sejenis. Di sini mereka berada di taman bermain yang selalu mereka kunjungi ketika mereka masih anak-anak.

“Kau tau? kadang-kadang aku berharap aku tidak tumbuh dan menjadi dewasa” Hyomin melihat ke langit.

“Aku juga, hidup jauh lebih mudah ketika kita masih anak-anak” Eunjung melihat Hyomin.

“Ya, itu tidak serumit ini” ucap Hyomin.

“Apakah masih sakit?” Eunjung ragu-ragu bertanya, itu membuat air mata Hyomin membendung dengan tatapannya pada bintang-bintang dan kemudian ia menengok ke arah Eunjung. Hyomin menggeleng diikuti oleh senyumnya.

“Kamu?” Hyomin menanyakan pertanyaan yang sama.

“Aku tidak benar-benar yakin” Eunjung menjawab, Hyomin tidak mengerti apa yang Eunjung maksudkan tapi dia pikir akan lebih baik jika ia tidak bertanya.

” Lebih baik untuk melihat dia bahagia” ucap Hyomin.

“Apakah kau pikir itu karena kau mencintainya?? atau karena kau mendapatkan yang lebih baik dari dia sekarang?” Eunjung bertanya penuh harapan.

“Aku juga tidak tau pasti!!” Hyomin melirik Eunjung yang juga telah menatapnya.

“aku pikir, aku telah mendapatkan yang lebih baik dari dia sekarang” Eunjung menyatakan tanpa ditanya dan pernyataan itu sendiri sudah cukup untuk membuat Hyomin terkejut.

“Haruskah aku merasa sedih karena Jiyeon?” Hyomin membuat lelucon.

“kau harus bahagia untukku” Eunjung memberikan senyum hangat yang menciptakan gemetar dihati Hyomin, dan dia mulai merasa tidak nyaman dengan itu.

“Apakah lebih baik kita segera pulang? ini sudah terlalu malam?” Hyomin mengalihkan pembicaraan, Eunjung mengangguk dan bangkit sebelum menawarkan tangannya untuk Hyomin, Hyomin memegang tangan Eunjung.

Eunjung memegang tangan Hyomin dan berjalan ke mobil nya, dalam perjalanan, kehangatan memancarkan melalui tangan mereka satu sama lain dan menciptakan kenyamanan dan tidak satupun dari mereka ingin melepaskannya tapi mereka harus.

“Terima kasih untuk hari ini Eunjung ah” Hyomin tersenyum.

“Apa pun untukmu” Eunjung tersenyum kembali.

“Good Night” Hyomin membungkuk ke depan untuk memberikan Eunjung pelukan.

“Good Night Too..!” Eunjung membalas pelukkannya, dengan tangannya mengusap rambut Hyomin penuh cinta.

Pelukan berlangsung beberapa menit sebelum Hyomin memutuskan untuk melepas pelukannya tetapi tampaknya Eunjung semakin memeluknya erat, dan itu menyebabkan Hyomin mengerutkan dahi.

“biarkan tetap seperti ini sedikit lebih lama, aku ingin memastikan sesuatu” kata Eunjung ketika dia menyadari gerakan Hyomin, mendengar itu Hyomin berhenti bergerak dan membiarkan dirinya dipelukan Eunjung.

” kau aneh” ucap Hyomin, tapi Eunjung tidak merespon.

Akhirnya Eunjung melepas pelukannya dan menatap jauh ke dalam mata Hyomin, tatapan itu membuat Hyomin kembali bingung, Eunjung meraih tangan Hyomin.

“Hyomin, aku tau ini mungkin terlalu cepat tapi aku sangat percaya dengan perasaan ku” Eunjung memulai sambil menatap Hyomin.

“Aku tidak ingin menunggu dan menyesal kemudian” ucap Eunjung lagi, Hyomin mengerutkan dahi.

” aku menyukaimu Hyomin Ah” Eunjung melanjutkan.

“Eunjung…,” Hyomin tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Aku ingin kita menjadi lebih dari teman, mari kita bersama-sama” ucap Eunjung serius

” Kau yakin dengan apa yang kau bicarakan?” Hyomin bertanya.

“Lebih dari apa pun yang pernah aku putuskan dalam hidupku” Eunjung tersenyum

“Eunjung ahh” Hyomin mulai lemah.

“biarkan aku menyembuhkan hatimu dengan cintaku” Eunjung berkata, Hyomin terlalu kewalahan dengan detak jantungnya, dia segera memeluk erat Eunjung.

“Aku juga akan memperbaiki hatimu yang rusak dan membuatnya menjadi baru” Hyomin mengucapkan apa yang dirasakan di dalam hatinya.

♡♡♡♡♡♡

“Aku pikir kau lupa tentang hal itu” ucao Hyomkn saat ia sedang berbaring dan menempatkan kepalanya di pangkuan Eunjung.

“Bagaimana aku bisa lupa? you are my first..!”ucap Eunjung.

“Eunjung” panggilan Hyomin.

“Hm?” Eunjung melihat Hyomin.

“Aku senang kita sampai sejauh ini” ucap Hyomin, ini adalah anniversary mereka yang ke 1 tahun.

“Terima kasih karena telah memberi kesempatan untuk cinta kita” Eunjung tersenyum.

“Terima kasih” Hyomin mengedipkan matanya.

“Jangan beri aku kedipan mata itu, kau membunuh ku” ucap Eunjung.

“Kenapa?” Hyomin bertanya

“itu tidak baik untuk hati ku” Eunjung menjawab.

“aku kira hati mu kuat sekarang” Hyomin meledek.

” Hatiku sangat kuat tapi ketika didekatmu, ini sangat lemah”

” Kau manis sekali !!” ucap Hyomin sambil mencubit pipi Eunjung.

“Aku tahu kau menyukainya” ucap Eunjung, Hyomin tidak tahan lagi, ia duduk dihadapan Eunjung dan melingkarkan lengannya dileher Eunjung.

“Kalau saja aku tau kau semanis ini, aku mau berkencan denganmu sejak lama ” ucap Hyomin.

” Sepertinya kita bodoh” komentar Eunjung.

“Tapi aku senang kita pintar sekarang” tambahnya.

Hyomin menertawakan ucapan Eunjung dan Eunjung ikut tertawa bersama.

“Aku pikir kita harus pergi sekarang” Eunjung melihat arlojinya.

“Mari kita pergi” Hyomin bersemangat.

Sementara yang lain mungkin memilih restoran romantis untuk merayakan anniversary mereka, tapi Hyomin dan Eunjung berbeda, mereka memilih melakukan perjalanan bersama selama satu bulan, percaya bahwa itu adalah cara yang lebih menyenangkan untuk menghabiskan sebagian besar waktu bersama-sama, untuk memperkuat cinta mereka melalui kesulitan dan keindahan perjalanan, untuk bersama-sama setiap deti, setiap menit dan setiap jam dalam sehari.

Seperti petualangan yang menunggu di depan mereka, Hyomin merasa bahagia dan beruntung untuk jatuh cinta dengan sahabatnya yang mencintai sejak kecil. Mereka telah melalui begitu banyak rasa sakit bersama-sama, dan untuk saat ini mereka berbahagia bersama-sama dan tidak ada yang lebih penting dari itu.








THE END

MAAFKAN TYPO-NYA!!
terlalu sibuk! mungkin ff selanjutnya bakalan lama keluar atau gk akan keluar XD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s