Never Ending part 3


image

Author : Eunmin shipper

Tittle : Never Ending

Genre : Horror & Girl×Girl

Main Cast :
👉 Lee AhReum
👉 Park JiYeon
👉 Park HyoMin
👉 Ham EunJung
👉 Lee Qri
👉 Jeon BoRam
👉 Park SoYeon

Other Cast :
👉 Kim Danee

📖 Happy Reading📖

❤ Author POV ❤

” so … so .. soyeon ahh ”

hyomin menyebut nama kekasih nya dengan gemetar, sementara jantungnya terus berdetak kencang dan airmata perlahan mengalir

” tidak~ ” ucapnya ketika ia sadar betul apa yang dilihatnya

soyeon nampak terbaring kaku diatas ranjang bersama darah yang habis mengalir dari perutnya yang menodai ranjang mereka

” soyeon ahh” panggilnya

“apakah aku bermimpi?” pikirnya

hyomin berjalan perlahan mendekati soyeon, di usapnya pipi soyeon perlahan, ini nyata

” tidak mungkin” hyomin meninggikan suaranya, ia tidak terima dengan apa yang ia lihat

” siapa yang melakukan ini?? ” teriaknya sekencang mungkin, bersamaan dengan itu air matanya mengalir lebih dan lebih

” soyeon ahh!! ireona.. ” teriaknya

” hyomin.. ada apa? ” tanya qri yang baru datang bersama sahabat sahabat nya

seketika itu ke empat gadis diambang pintu mematung tak bergerak

qri dan eunjung membungkam mulut mereka sendiri ketika melihat soyeon, sementara boram menganga tak percaya, jiyeon yang mengerutkan dahi nya melihat soyeon

jiyeon perlahan mendekat, melihat wajah pucat soyeon, pandangannya diarahkan pada pisau yang masih menancap di perut sahabatnya

ditariknya pisau itu dari perut soyeon, seketika ia menggelengkan kepalanya

” ini.. ini pisau yang sama .. seperti dalam mimpiku ” batinnya

jiyeon membungkam mulutnya

” apa maksud semua ini?? ” ucapnya pelan

jiyeon memandangi hyomin yang tengah menangis keras sambil mengguncang tubuh soyeon

” apa yang harus kulakukan? ” batin jiyeon

tubuhnya bergetar, jantungnya berdetak kencang, kakinya terasa lemas

ia tau pasti siapa yang melakukan ini pada soyeon

👉👉👉👉👉👉👈👈👈👈👈👈

hyomin memandang langit yang mendung melalui jendela dikamarnya, tiga hari ini memang selalu mendung, semenjak soyeon tidak lagi bersamanya, ini nampak seperti hatinya yang juga mendung

pagi ini, dengan seragam sekolah lengkap dengan sepatu yang sudah dikenakan dan tas yang sudah disiapkannya

tiga hari ini ia tidak masuk sekolah, hanya sibuk terlelap dikamarnya, tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan

“hyomin ahh”

seketika suara soyeon terbayang dipikirannya, ia sempat tersenyum

“kau bilang tidak akan meninggalkanku ” ucap hyomin menatap langit

dadanya sesak seketika, matanya mulai memerah, air mata memaksa keluar

” kau jahat! ” ucapnya lagi

hyomin berusaha menahan airmatanya, tapi sesak dadanya tidak lagi bisa ditahannya hingga air matanya terus memaksa keluar

” lalu .. dengan siapa aku sekarang?”

” kau tega melihatku seorang diri sekarang? ”

” aku ada bersama mu!” hyomin mengalihkan pandangannya ke sumber suara dibelakangnya

” eohh~ eunjung ahh” ucap hyomin sambil menghapus air matanya, eunjung berjalan menghampiri

hyomin kembali memandang langit, sementara itu eunjung sudah menempatkan diri disamping hyomin

” kau ada hanya untuk menggodaku” ucap hyomin masih memandang langit

hening sejenak

” ada alasan mengapa aku menggodamu ”

perlahan hyomin mengalihkan pandangannya pada eunjung, menatap dengan penuh pertanyaan

” alasan? ” ucap hyomin dengan nada bertanya, hanya anggukan kepala yang diberikan sahabatnya sebagai jawaban singkat

” hhheeemmm~ ” hyomin menghela nafas

” berhentilah menangis ” ucap eunjung sambil menatap hyomin, hyomin hanya mengangguk sambil terus menatap langit

hening lagi~

” kenapa dia mengingkar janjinya?”tanya hyomin dengan suara pelan, pandangannya masih tidak lepas menatap langit

” dia sudah berjanji untuk tetap ada bersama kita” ucap hyomin

” aku yakin, ini bukan keinginannya untuk pergi, kau tau kan? ” ucap eunjung

” siapa?? .. siapa yang tega melakukan semua ini? ” tanya hyomin

mata hyomin mulai kembali memerah dan siap meneteskan airmata lagi, dengan cepat eunjung menarik hyomin dalam pelukkan nya

” aku tau ini sulit untukmu, tapi tolong berhentilah menangis!kau tidak sendiri, aku dan yang lain selalu ada bersamamu ” ucap eunjung

” eunjung ahh~ apakah aku bermimpi? aku ingin segera tersadar dari mimpi buruk ini ” ucap hyomin sambil memeluk erat tubuh sahabatnya

airmata hyomin terus mengalir bersama waktu yang terus berjalan, tak pernah terbayang olehnya akan menjalani hidup tanpa soyeon

seseorang yang sangat berarti melebihi siapapun, seseorang yang sangat berharga yang juga sangat dicintai nya

bagaimana hari hari nya kelak tanpa soyeon??

👉👉👉👉👉👉👈👈👈👈👈👈

” apa?? salah satu dari mereka sudah mati? ”

” iya~ tadi pagi, teman sekamarnya menemukan temannya yang sudah tidak bernyawa diatas ranjang ”

” siapa mereka??”

“namanya park soyeon, teman sekamarnya park hyomin! kabar nya mereka sangat dekat, bahkan park hyomin tidak masuk sekolah beberapa hari ini karena sangat terpukul dengan kejadian itu”

” bagaimana bisa secepat ini?”

” bukan hanya waktu yang harus dipertanyakan, tapi kali ini dia membunuh dengan tangan sendiri ”

” tangan sendiri? ”

” iya~ pisau yang menancap diperut park soyeon! pasti dia menusuknya sendiri ”

” dia nampak benar benar marah ”

” kau benar!permainan nya sudah dimulai ”

👉👉👉👉👉👉👈👈👈👈👈👈

” benarkan? kau memimpikannya?” tanya boram penasaran, hanya anggukan yang jiyeon berikan sebagai jawaban

” kau memiliki ikatan dengan makhluk itu?” pertanyaan bodoh qri lontarkan

” aku tidak tau” jawab jiyeon

” sesosok menyeramkan dikamar 19, pasti penyebab meninggalnya soyeon” ucap jiyeon tiba tiba

dalam keadaan siang itu dikantin sekolah, jiyeon, boram dan qri membicarakan tentang kematian soyeon beberapa hari lalu

wajah pucat jiyeon nampak membuat kedua sahabatnya khawatir, belakangan ini jiyeon selalu melamun, dan jarang berbicara

ini pertama kalinya jiyeon menceritakan tentang ini pada sahabatnnya, sesungguhnya ia hanya ingin menyimpannya sendiri, tapi boram dan qri terlalu mendesaknya untuk menceritakan penyebab dirinya berubah drastis

” kau jangan takut! kami ada bersamamu sekarang” ucap qri

” aku akan beritau eunjung dan hyomin ” ucap boram

” jangan!! ” teriak jiyeon

” wae?”

” biarkan kita saja yang tau!aku tidak ingin hyomin memikirkan ini juga! banyak hal yang bisa saja terjadi jika dia tau! ” ucap jiyeon

” kau benar ” ucap qri

” aku sedih melihat hyomin, aku yakin dia lelah menangis ” ucap qri lagi

” humm~ sampai sampai eunjung berusaha menggantikan posisi soyeon” ucap boram

” apa maksud mu?? ” teriak jiyeon pada boram

” tidak bermaksud apa apa ” ucap boram

” kelihatannya kau sudah lebih baik” ucap qri menatap jiyeon

” tidak terlalu baik sekarang” ucap jiyeon kembali memelas

“aku takut! ” ucap jiyeon lagi

” jangan takut” ucap boram menggenggam tangan jiyeon, jiyeon memberikan senyuman

” berjanjilah! kalian akan menemaniku ” ucap jiyeon

” kami berjanji ”

👉👉👉👉👉👉👈👈👈👈👈👈

jiyeon berjalan santai menuju kamarnya, tidak ada apapun yang dipikirkannya sekarang, ia hanya terus berjalan pelan menuju kamarnya

saat ia sampai diambang pintu ..

dddddrrrrrtttt kkklllikkkk
(pintu tertutup perlahan)

jiyeon mengalihkan pandangannya kesisi kirinya, dimana sumber bunyi yang menghentikan langkahnya berasal

seketika jantungnya berdetak kencang, matanya terus menatap gagang pintu kamar 19 itu

jiyeon melihat sekelilingnya, rasanya hanya ia seorang diri disini

ia berjalan pelan mendekati pintu itu, dipegangnya gagang pintu itu dan perlahan membuka

” haaahhhh ” teriaknya saat merasa seseorang menariknya

” hussttttt ” seseorang itu memintanya diam, kemudian menutup kembali pintu yang hampir dibuka nya

” kau?? ” jiyeon merasa pernah melihat orang didepannya sekarang

” ne~aku kim danee! kau lupa yaa? ” ucap seseorang itu dengan ramah

” ohh aku ingat!” ucap jiyeon

” bukankah aku sudah bilang? jangan masuk kekamar ini” ucap danee

” wae?? ” tanya jiyeon singkat

” tidak sopan masuk kekamar orang lain” jawab danee

” kamar ini kosong” ucap jiyeon tegas

” dari mana kau tau kamar ini kosong ?? siapa bilang kamar ini kosong? kau harus menghargai pemilik kamar ini, kau dan teman teman mu tidak sopan menganggap pemiliknya tidak ada!!! ” ucap danee dengan nada kesal

” kau… kau baru saja marah??” tanya jiyeon

” ani~ ”

” aku tidak pernah melihat pemiliknya! sering kali aku memimpikan sosok menyeramkan keluar dari kamar ini ” ucap jiyeon

” mwo?? .. kau!! kau harus, menjaga dengan baik, cermin itu ” ucap danee terbata bata

” cermin?! kau tau tentang cermin itu? ” tanya jiyeon

belum jiyeon mendapat jawaban, danee lebih dulu berlari menjauh terlihat ketakutan, jiyeon berniat mengejar, tapi danee sudah berlari terlalu jauh

” dia tau sesuatu tentang kamar ini”

👉👉👉👉👉👉👈👈👈👈👈👈

” rambo~ aku haus” rengek qri malam itu

” ahhh~ aku mengantuk qri!” gumam boram masih mencoba tidur

” ahhh .. aku takut keluar seorang diri! ” ucap qri

” baiklah! aku akan pergi ” ucap boram

ia berjalan mendekati pintu kamar dan bersiap keluar

” keep wait me ” ucapnya sebelum pergi

boram melirik jam dinding didepannya, pukul 19:05, tidak terlalu malam untuk menyusuri lorong gelap yang memiliki banyak pintu kamar ini

ia berjalan pelan menuju dapur dan mengambil segelas air dan berjalan kembali menuju kamarnya

dari kejauhan, ia melihat pintu kamar 19 yang sedikit lebih hitam dari pintu lain, sambil berjalan pelan ia berpikir

” kenapa dibedakan??” pikirnya

ia memegang gagang pintu kamarnya dan bersiap masuk menemui qri, tapi tiba tiba sebuah perkataan kembali ia ingat

” sesosok menyeramkan dikamar 19, pasti penyebab meninggalnya soyeon ”

ucapan jiyeon kala itu justru kembali di ingatnya

” sesosok menyeramkan ” ucapnya

boram mengurungkan niatnya memasuki kamarnya, ia berjalan melewati kamar 18 dan mendekati kamar 19

“hhhhhhuuuuhhhh” ia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya, ia harus mencari tau tentang meninggalnya soyeon

ia membuka pintu itu, ia lebih dulu memajukan kepalanya untuk melihat kedalam, saat merasa tidak ada yang aneh, ia masuk kedalam dan menutup kembali pintu itu agar tidak ada yang tau jika ia masuk kekamar ini

ia melihat sekelilingnya

” kamar ini lebih bagus dari kamar lain” ucapnya sambil meletakkan segelas air dimeja rias

ia mulai mencari sesuatu yang mungkin bisa menunjukkan penyebab kematian soyeon beberapa hari lalu

ia mulai dengan membuka lemari pakaian, ia menemukan seragam sekolah yang sama seperti miliknya dan murid lain

” apakah kamar ini ada yang menempati?? ” pertanyaan diucapkannya

asdfghjkl(?)

boram terkejut saat mendengar bunyi keras dari belakangnya, segera ia mengalihkan pandangan

ia melihat gelas yang sudah pecah dilantai, ia melihat kaca meja rias yang sudah tertulis beberapa kata

ia mendekat dan memperhatikan tulisan itu, nampak seperti cat merah

” ini baru saja ditulis!” ucapnya heran saat cat itu masih basah

” ahh~ ini, cat ? atau??” jantungnya mulai berdetak kencang saat ia justru berpikir cairan merah ini adalah darah

” tidak mungkin ” ucapnya pelan sambil mengambil langkah mundur dan mulai membaca tulisan dikaca itu

” you are the next ”

TBC~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s