[OneShoot] Keep Holding On


image

Author : EunMin Shipper

Tittle : Keep Holding On

Genre : Romance & Sadness

Soundtrack :
Avril Lavigne – Keep Holding On

Main Cast :
👉 Ham EunJung
👉 Park HyoMin
👉 Park JiYeon

Other Cast :
👉 Lee Qri
👉 Park Soyeon

copas&plagiat

📖 Happy Reading 📖

👉 Author POV 👈

dalam suasana pagi yang menyejukkan dikota seoul, seorang gadis mengendarai mobilnya dengan santai dan tentu nya dengan tujuan yang pasti

dalam waktu yang cukup lama, ini adalah hari libur dimana ia bisa kembali ke negara kelahirannya, karena ia meneruskan pendidikan di jepang, dan sulit untuk datang ke seoul

” ahhh~~ Ham EunJung berapa lama kau tidak melihat keindahan kota seoul?? ” dia bertanya pada dirinya sendiri ketika melihat pemandangan indah disepanjang jalan

Selama sekitar 6 bulan, Eunjung meneruskan pendidikannya di jepang karena perintah orang tua nya, meski dengan berat hati, ia menuruti semua perkataan orang tuanya

yaa~~ dia merindukan seoul, tapi ada satu hal yang lebih dirindukan nya dari apapun yang ada di seoul, seorang gadis cantik yang ia sebut kekasih

seorang gadis yang dia jadikan kekasih sejak beberapa tahun lalu, karena orang tua nya, ia harus merasakan rindu yang menjalar setiap saat ketika ia mengingat gadis itu, ia selalu berusaha untuk menahan diri

selama beberapa menit perjalanannya menuju apartemen kekasihnya, ia sampai pada tujuannya

Ia memarkirkan mobilnya didepan apartemen dan berjalan menuju pintu apartemen lalu menekan tombol password

eunjung memasuki apartemen, matanya menerawang tempat yang sangat dirindukan nya ini lalu berjalan menuju kamar hyomin, senyum tidak pernah lepas dari bibirnya sama sekali

ia meraih frame foto berisi foto hyomin dan berkata pada foto itu

” i miss you my princess ”

ia berjalan mendekati jendela dikamar kekasihnya lalu memandang langit

tiba tiba memori otak nya seolah kembali memutar akan kisah kisah awal, hingga hal paling menyedihkan yang pernah mereka jalani bersama

💝 FlashBack 💝

malam itu, beberapa hari menjelang natal, salju turun menghujani setiap jalan dikota seoul

eunjung berjalan pelan tanpa tujuan, dengan jaket tebal dan syal, ia menerobos salju yang turun malam ini, dan saat ia merasa sudah waktunya untuk menghentikan langkahnya, ia mengambil duduk dibangku taman

ia memandang kebawah dimana salju jatuh, ia rasa natal tahun ini akan sama seperti tahun sebelumnya, lonely, ia hanya akan menatap langit dengan penuh harapan dan penuh penantian

ia merindukan seseorang, gadis kecil yang mungkin sekarang sudah menjadi gadia dewasa, cantik, baik, dan dia juga lucu, memiliki rambut panjang yang indah, pertemuan terakhir mereka adalah 3 tahun lalu, eunjung merasa tidak ada teman sesempurna dia

Eunjung mengangkat tangannya dan membuka telapak tangannya membiarkan salju terkumpul ditangannya, ia hanya memperhatikan salju yang semakin menumpuk ditangannya, seolah mengikuti salju yang turun perlahan, airmatanya juga menetes jatuh seperti salju malam ini

saat telapak tangannya hampir penuh akan salju, seseorang membuang salju ditangannya, menggenggam erat tangannya dan membuat tangannya terasa hangat seketika

” pabo~~ kau tidak merasa dingin?? ” tanya seseorang itu

ia beralih menatap kedua mata gadis didepannya

” Hyomin~ahh ” ia hanya menggumamkan nama gadis yang tengah menggenggam tangannya ini

gadis itu adalah Park Hyomin, gadis yang ditunggu nya selama 3 tahun, nampak seperti keajaiban saat melihatnya disini sekarang

hyomin adalah saudara nya, hyomin berumur satu tahun lebih muda dari eunjung, tapi hyomin tidak memanggil eunjung dengan sebutan UNNIE

” kau menangis? ” eunjung hanya menggeleng untuk pertanyaan hyomin

” aishh~~ memang sekarang turun salju, tapi aku tetap bisa melihat air mata dipipimu! kau tidak bisa berbohong padaku ” ucap hyomin lalu menghapus airmata dipipi eunjung

seketika eunjung memeluk tubuh hyomin dengan erat

” kau kenapa??” tanya hyomin sambil mengusap punggung eunjung

” aku menunggumu ” ucap eunjung

” menungguku??” tanya hyomin memastikan

eunjung melepas pelukannya dan menatap hyomin

” ne~aku menunggumu selama ini ” ucap eunjung, hyomin diam

” aku merindukanmu!” ucap eunjung

“yaa~uljima! aku disini sekarang” ucap hyomin saat melihat airmata eunjung kembali menetes jatuh

” tersenyumlah.. untukku ” ucap eunjung, tanpa berpikir panjang hyomin membuat senyum terindah dibibirnya

” kau sangat cantik ” ucap eunjung sambil mengusap pipi hyomin

eunjung melihat pipi hyomin yang memerah , eunjung hanya tersenyum melihatnya

” hyomin~ahh … jangan pergi ” ucap eunjung

” mwo?? ”

” jangan kembali ke Busan, tinggal lah bersamaku disini”

“bagaimana dengan jiyeon? dia adik ku, dia pasti ingin ikut dengan ku jika aku disini”

” biarkan saja dia, kau jangan pergi! jangan tinggalkan aku lagi! aku membutuhkanmu disini” ucap eunjung

” kau membutuhkanku? ”

” aku membutuhkan senyumanmu, aku membutuhkan pelukkanmu dan aku membutuhkan kehadiranmu disini! ” ucap eunjung

hyomin terdiam sejenak dan setelah beberapa detik, ia mengangguk

” aku akan tetap disini !! ”

****

” omma~ hyomin unnie boleh tinggal disini! kenapa aku tidak?” ucap jiyeon

” bagaimana sekolahmu? ” ucap ibunya

” bagaimana sekolah unnie? omma memang selalu membebaskan unnie, tapi aku?? aku bagai terkurung dalam sekapan omma dan appa ” teriak jiyeon

” jiyeon ~~ ”

” omma tidak adil!! aku juga ingin tinggal disini bersama eunjung unnie! kenapa omma tidak memperbolehkan aku? ” ucap jiyeon

” baiklah~ omma akan menyiapkan apartemen untuk mu dan hyomin! kalian tidak boleh merepotkan eunjung dan keluarganya ” ucap ibunya

” apartemen? bukankah sebelum aku meminta tinggal disini omma mengizinkan hyomin unnie tinggal disini? ”

” kau tidak suka! kalau begitu kau akan tetap kembali ke Busan!”

” baiklah~ aku akan tinggal diapartemen ” ucap jiyeon pasrah

” omma akan kirim kan uang ke rekening hyomin, untuk keperluan sekolahmu dan dia disini ”

” nde omma ”

” jaga dirimu !! ”

****

beberapa hari setelah berakhirnya hari natal, dipagi hari yang terasa sejuk dengan jalan yang masih tertutupi salju

” woahhh~ taman ini nampak indah, semuanya putih ” gumam hyomin

Hyomin membersihkan bangku yang tertutup salju dengan tangannya, senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya, sementara eunjung hanya tersenyum melihat tingkah hyomin

Eunjung dan Hyomin duduk berdampingan dibangku taman itu

hyomin menatap langit, sementara eunjung menatap hyomin

” bagus~ karena kau,! Omma dan appa benar benar meninggalkanku ” ucap hyomin saat melihat pesawat yang mungkin pengantar omma dan appa nya ke Busan

” kau tetap disini karena pilihanmu! Jadi aku tidak sama sekali bersalah dalam hal ini ” ucap eunjung sambil menatap langit

” heyy~ tapi aku memilih tetap disini karena kau! Jadi kau harus bertanggung jawab ” ucap hyomin

” kau harus membuatku bahagia, lebih bahagia melebihi saat aku bersama omma dan appa dibusan, jadi aku tidak akan menyesal ” ucap hyomin

” baiklah~ tapi setelah kau menjadi kekasihku !! ” ucap eunjung tanpa menatap hyomin, ia masih menatap langit

Sementara hyomin sudah diam mematung menatap eunjung, seketika hyomin tertawa

” ahh~ kau gila? Bercanda mu benar benar lucu ” ucap hyomin

“aku tau itu lucu tapi aku serius !! ” ucap eunjung kemudian menatap hyomin, sementara hyomin menghentikan tawanya seketika

” tapi~kita … ”

” aku tau! Kita perempuan dan kita bersaudara! Kedua hal itu tidak akan jadi permasalahan selama hanya kita berdua yang tau ” ucap eunjung

hening~~

” aku menyukai mu hyomin~ahh” ucap eunjung lagi, lalu menggenggam kedua tangan hyomin

” tapi … aku … ” hyomin mencoba mengatakan sesuatu

” kau harus menjadi kekasihku hyomin~~ ” ucap eunjung

” aku .. aku juga menyukai mu! tapi,.. tapi kita.. ”

” kau mau aku membuat mu bahagia kan?” tanya eunjung, hyomin mengangguk

” biarkan aku membahagiakanmu disini ” ucap eunjung

hyomin menatap eunjung kemudian menggenggam erat tangan eunjung yang juga menggenggam tangannya, lalu mengangguk

” lalu bagaimana kita merayakannya? ” tanya hyomin

” First Kiss !!! ” ucap eunjung dengan senyum dibibirnya

Hyomin terdiam~~

eunjung berdiri dari duduknya dan berjalan beberapa langkah kedepan lalu memandang langit

” sejak kapan kau merencanakan semua ini? ” tanya hyomin, dia masih tetap duduk dibangku taman

” merencanakan apa? ” eunjung berbalik bertanya

” baru saja kita menjadi pasangan! seharusnya kau pernah merencanakan hal ini ” ucap hyomin

“aku tidak merencanakan apapun! tapi aku menyukaimu sejak lama ” ucap eunjung sambil tersenyum menatap langit

” kenapa kau menyukaiku?? ” tanya hyomin

eunjung berbalik dan berjalan mendekati hyomin, lalu membungkukkan sedikit badannya, men-sejajarkan wajahnya dengan wajah hyomin

” karena kau cantik dan sexy ”

hyomin membulatkan matanya mendengar jawaban eunjung, sementara eunjung hanya tersenyum menatap hyomin

eunjung mengarahkan tangan nya untuk mengusap pipi hyomin yang memerah sementara hyomin hanya menatap eunjung dalam diam

saat eunjung semakin mendekatkan diri pada hyomin, hyomin segera menutup matanya dan didetik selanjutnya, hyomin merasakan bibir eunjung dibibirnya

First Kiss itu terjadi begitu saja tanpa persetujuan hyomin, dan kini detak jantung hyomin lah yang paling terdengar keras dalam suasana dingin ditaman

ini benar benar ciuman pertama bagi keduanya, dan hubungan ini adalah hubungan cinta pertama untuk mereka

*****

dalam sebuah apartement, sekitar jam 7 malam

” unnie~ apakah kita akan satu sekolah dengan eunjung unnie? ” tanya jiyeon pada hyomin

dalam keadaan malam ini, hyomin tengah sibuk memindahkan baju didalam koper kedalam lemari mereka sementara jiyeon hanya berbaring bermalas malasan

” aku tidak tau!! aku akan melihat lebih dulu, apakah uang yang appa berikan tiap bulan cukup untuk membayar biaya bulanan sekolah mahal itu! kau tau kan? appa selalu memberi uang seenaknya tanpa memikirkan kecukupan kita, dia itu pelit” ucap hyomin masih merapihkan bajunya

” ummm~ kau benar unnie!! aku harap kita bisa bersekolah disana! ” ucap jiyeon

” ahhh~ aku tidak pernah membayangkan bisa tinggal diseoul! saat aku menetapkan natal sebagai hari pertemuan ku dengan eunjung unnie satu satunya, kali ini setiap hari aku bisa melihatnya!! aku harap aku bisa lebih dan semakin dekat dengan nya ” ucap jiyeon

seketika hyomin menghentikan aktivitas nya dan menatap pada jiyeon

” dia benar benar keren!! aigoo ” ucap jiyeon sambil memegang kedua pipinya sendiri

” itu benar kan unnie?? ” jiyeon bertanya pada hyomin

“hah?? ahh~~ nde!! ” hyomin menjawab sambil mengangguk pelan

jiyeon terus tersenyum memandang langit langit kamar apartemen mereka, hyomin hanya memperhatikan jiyeon dan membiarkan pekerjaannya tertunda

” jiyeon ahhh~~ ada apa denganmu?? ” tanya hyomin

” umm~ aku ingin menceritakannya padamu! tapi ini bukan sesuatu hal yang bisa disebarkan didepan umum! tapi kau unnie-ku kan?? kau pasti bisa menjaga rahasia ini dari banyak orang!! meskipun aku yakin kau juga akan terkejut! ” ucap jiyeon

perlahan perasaan hyomin mulai tidak karuan, dia hanya mampu mengangguk

” aku menyukai eunjung unnie!”

deg deg~~

detak jantung hyomin berdetak lebih kencang setelah ucapan jiyeon, sementara ia membuka lebar matanya

” aku tau kau akan terkejut!! ” ucap jiyeon

” tapi …~~ ” ucapan hyomin tertunda

” aku tau! Kami perempuan dan kami bersaudara! Kedua hal itu tidak akan jadi masalah selama hanya kami berdua yang tau ” ucap jiyeon

mendengar itu, tiba tiba saja hyomin merasa kepalanya pusing dan kakinya terasa lemas hingga ia tidak mampu menahan tubuhnya sendiri hingga ia terjatuh

” unnie~ kau kenapa? ” tanya jiyeon panik , ia segera membantu hyomin berbaring diranjang mereka

hyomin berusaha menatap kedua mata jiyeon, tapi pusing dikepalanya semakin menjalar hingga semua nya gelap

“unnie~ ireona!! unnie!! ” jiyeon berteriak sambil mengguncang tubuh hyomin

hingga beberapa jam, hyomin tetap tidak sadarkan diri

drttttt drttttt~

ponsel hyomin bergetar, segera jiyeon mengambil dan melihat siapa yang menghubungi unnie-nya itu

saat melihat siapa yang menghubungi hyomin, jiyeon mengalihkan pandangan pada hyomin yang masih tidak sadar kan diri, kemudian ia menerima panggilan itu

” yeoboseo eunjung unnie! ” sapanya

” jiyeon?? dimana hyomin? ” tanya eunjung

” dia tiba tiba saja tidak sadarkan diri setelah berbincang denganku ” ucap jiyeon

” mwo?? berikan alamat apartemen mu dan aku akan segera kesana ” ucap eunjung

” eohh!! baiklah aku akan …. ” jiyeon menghentikan ucapan nya saat eunjung sudah memutus sambungan panggilan mereka secara sepihak

jiyeon hanya menatap ponsel hyomin dan mulai berbicara sendiri

” kenapa eunjung unnie menghubungi hyomin unnie? kenapa eunjung unnie nampak panik ketika tau hyomin unnie tidak sadarkan diri?? ahhhh~ kenapa??? ” ia mulai berteriak

setelah beberapa detik diam, ia mengirim alamat apartemen mereka kepada eunjung melalui ponsel hyomin

tanpa menunggu beberapa jam, sekitar 15 menit, bel berbunyi

jiyeon segera membuka pintu dan mendapati eunjung didepan pintu apartemen nya

” unnie~ kau sudah datang?? ” ucap jiyeon dengan senyum

” dimana hyomin?? ” tanya eunjung
jiyeon terdiam sejenak

” ada didalam kamar ” ucapnya kemudian eunjung menerobos masuk kedalam apartemen nya

” hah?? bahkan dia tidak membalas senyumanku ” ucap jiyeon, dengan kesal ia menutup pintu apartemen dan menyusul eunjung menemui hyomin

” hyomin~ahh!! ada apa denganmu?” ucap eunjung

jiyeon menempatkan diri disamping eunjung, dan memperhatikan eunjung yang nampak begitu mengkhawatirkan hyomin

eunjung meraih tangan hyomin dan menggenggam tangan hyomin dengan erat, eunjung begitu mengkhawatirkan hyomin hingga tanpa sadar air matanya mengalir perlahan dan itu membuat jiyeon terkejut

” hyomin -ahh!! ” panggil eunjung saat hyomin membuka matanya perlahan

hyomin merasa matanya sulit untuk dibuka, tapi ia bisa melihat eunjung yang sedang menggenggam tangannya, ia juga melihat jiyeon

dan saat benar benar sadar, hyomin menarik tangan nya dari genggaman eunjung

ia menatap jiyeon kemudian ia beralih menatap eunjung, ia melihat air mata dipipi eunjung

” jiyeon-ahh!! bisa kau ambilkan aku segelas air?? ” ucap nya pada jiyeon

” nde unnie!! ” ucap jiyeon kemudian berlalu pergi

hyomin mengambil posisi duduk, dan menatap eunjung lalu tersenyum

” kau menangis?? ” tanya hyomin sambil menghapus airmata eunjung

” apa yang terjadi? ” tanya eunjung

” aku baik baik saja ” ucap hyomin

” kau menyebut ini baik baik saja??” ucap eunjung

hyomin meraih tangan eunjung dan menggenggam nya

” i’m okay, honey !! ” ucap hyomin dengan senyum indah nya, itu membuat eunjung ikut tersenyum

” jangan membuatku khawatir lagi!! kau tau aku hampir mati ketakutan karena kau” ucap eunjung

” mianhae~~!” ucap hyomin

” aku sangat mencintaimu!! ” ucap eunjung sambil mengusap pipi hyomin

dari kejauhan hyomin melihat jiyeon berjalan mendekat,hyomin menatap eunjung kemudian ia menggenggam tangan eunjung yang tengah mengusap pipinya

saat jiyeon semakin dekat, hyomin menyingkirkan tangan eunjung dari pipinya

” apakah aku terlalu lama? mianhae unnie! ” ucap jiyeon memberikan minumannya pada hyomin

” gomawo jiyeonn-ah !! ” ucap hyomin, lalu ia meletakkan segelas air itu di atas meja

ia kembali menatap eunjung dan jiyeon secara bergantian, ia mulai berucap dalam hati

” kenapa ucapan mereka bisa sama persis?? jika mereka memang ditakdirkan, kenapa aku harus menjadi bagian dari mereka?? apa yang harus kulakukan? aku menyayangi jiyeon, tapi aku juga mencintai eunjung ”

*****
2 YEARs LATER

pagi hari, hyomin bagai pencuri yang berjalan dengan pelan dan pasti

dia mendekati seseorang yang tengah duduk di meja makan apartemennya, hyomin membawa sebuah chocolate cake dengan hati hati

hyomin melihat seseorang itu tengah memejamkan matanya, mungkin dia memikirkan sesuatu

hyomin meletakkan cake nya didepan seseorang itu dengan pelan agar tidak membuat seseorang itu terkejut

dalam setiap permasalahan, dalam setiap kesulitan, apapun dapat mereka lewati dengan hanya mengandalkan kebersamaan

setiap detik, setiap menit, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun bahkan setiap hembusan nafas, kebersamaan selalu membuat mereka merasa nyaman

meskipun satu dari mereka tau bahwa akan ada masalah yang memisahkan mereka

” Happy Anniversary my dear ” ucap hyomin sambil melingkarkan tangannya dileher seseorang itu dari belakang

seseorang itu membuka matanya dan nampak terkejut melihat cake didepannya

hyomin mengambil duduk disamping seseorang itu dan tersenyum lebar

” gomawo hyominnie~~ ” ucap seseorang itu kemudian mengusap pipi hyomin

” eunjung~ahh!! ” hyomin memanggil seseorang disampingnya

” hmmm~~ ”

” apa yang kau harapkan dihari 2 tahun hubungan kita ini ?? ” tanya hyomin, eunjung nampak berpikir

” tahun lalu, kau mengharapkan tahun depan akan merayakan anniversary lagi! dan tahun ini, apakah kau berharap kita akan merayakan anniversary lagi di tahun depan? ” tanya hyomin lagi

” tentu saja! harapanku itu, sama artinya dengan aku menginginkan hubungan kita tetap berjalan sampai tahun tahun selanjutnya ” ucap eunjung, hyomin mengangguk mengerti

” hyomin~ahh!! dapatkah kau berjanji untuk tidak meninggalkan aku?? ” ucap eunjung, hyomin terdiam sejenak, matanya menatap pada mata eunjung

” aku~~aku tidak tau!! ” jawabnya

” kenapa kau tidak bisa berjanji padaku setiap aku memintamu untuk tidak meninggalkan aku? ” ucap eunjung

” hanya waktu yang dapat menentukan kapan kita akan berpisah! jadi, selagi kita bisa bersama, jangan membuang waktumu untuk hal yang tidak penting! datang dan tinggal lah bersamaku ” ucap hyomin, mata nya mulai berkaca kaca

” apa maksudmu? ” tanya eunjung, hyomin hanya membuat senyum dibibirnya

eunjung berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekati jendela dan memandang keluar jendela

” selama 2 tahun kita bersama! kau mau meninggalkan aku?? ” ucap eunjung

hyomin berjalan mendekati eunjung dan memeluknya dari belakang

” aku tidak mau meninggalkanmu, aku tidak pernah terpikir untuk meninggalkanmu! aku hanya bertanya, bagaimana jika perlahan waktu yang menyatukan kita telah berakhir? ” ucap hyomin

eunjung melepas pelukan hyomin dan berbalik menatap hyomin

” bisakah kau tidak berpikir tentang perpisahan ?? kita tidak akan berpisah! apapun yang terjadi ” ucap eunjung

” bagaimana jika perpisahan memang akan terjadi? ” tanya hyomin

” apa yang kau katakan? seharusnya kau tidak berpikir tentang perpisahan jika kau memang ingin bersamaku, jika kau mencintaiku ” ucap eunjung, hyomin diam sejenak menatap mata eunjung yang juga berkaca kaca dan mulai meneteskan air mata

” geurae!! aku ingin bersamamu dan aku sangat mencintaimu ” ucap hyomin lalu menghapus airmata dipipi eunjung

hyomin beralih memeluk eunjung dengan erat, eunjung membalas pelukan hyomin, dan setelah beberapa saat, hyomin mengalihkan pandangannya pada eunjung tanpa melepas pelukannya

mata mereka bertemu, keduanya saling mendekat, saat jarak mereka semakin dekat, hyomin teringat satu hal, ia segera beralih memeluk eunjung dan menghindari ciuman yang mungkin akan terjadi

” hyomin unnie~~ aku pulang!! ”

mendengar suara nyaring jiyeon, eunjung dan hyomin saling melepaskan diri, kedua nya saling diam beberapa saat hingga hyomin berjalan menuju pintu apartemen dan membukakan pintu untuk jiyeon, sementara eunjung kembali memandang keluar jendela

” ahhh~ eunjung unnie! sejak kapan kau datang?? ” teriak jiyeon , lalu memeluk eunjung dengan erat

hyomin yang melihat itu, memilih duduk dibangku meja makan dan menopang dagu nya sendiri sambil menatap sinis pada jiyeon

ini memang selalu terjadi, hyomin selalu berpikir, sampai kapan ia akan terus diam melihat kekasihnya selalu dipeluk oleh adik nya sendiri, ia harus menyembunyikan hubungannya dengan eunjung dari jiyeon selama jiyeon tidak tau, dan ia harus bersikap wajar

” aku datang sejak satu jam yang lalu” eunjung melepas pelukan jiyeon dengan paksa setelah menjawab kemudian mengambil duduk disamping hyomin

” siapa yang berulang tahun?? ” tanya jiyeon

eunjung dan hyomin saling beradu pandang

” hyomin unnie, eunjung unnie!! siapa yang berulang tahun?? ” jiyeon mulai berteriak

” kenapa kau berteriak?” ucap eunjung dengan santai

” kenapa setiap tanggal 1 januari kalian selalu seperti ini?? ” tanya jiyeon

” jiyeon! untuk apa kau mengingat ini? ” tanya hyomin

” tentu saja aku harus mengingat ini! aku rasa ada sesuatu diantara kalian ” teriak jiyeon

hyomin berjalan mendekati jiyeon

” jiyeon~ah! jangan berpikir yang bukan bukan, ini hanya acara tahun baru!” ucap hyomin berbohong

” bohong!! ” teriak jiyeon, mata jiyeon mulai berkaca kaca sementara hyomin memilih diam, ia tidak tau harus mengatakan apa saat jiyeon hampir menangis

jiyeon berjalan mendekati eunjung

” eunjung unnie!! jawab aku, apa hubungan kalian? ” tanya jiyeon, eunjung hanya diam tanpa menatap jiyeon

” unnie! jawab pertanyaanku ” ucap jiyeon sambil mengguncang tubuh eunjung

” cukup jiyeon! ” ucap hyomin pelan

” unnie~ ” ucap jiyeon , matanya masih berkaca kaca

eunjung berdiri dari duduk nya dan berkata

” kau benar! ”

seketika jiyeon dan hyomin terdiam

” semua yang kau pikirkan tentang aku dan hyomin benar! ” ucap eunjung menatap jiyeon

” eunjung~ahh!” panggil hyomin, ia tidak ingin ini berlanjut

” Park Hyomin! unnie-mu ini.. dia kekasih ku ” ucap eunjung

tepat saat kata itu diucapkan eunjung, air mata jiyeon mengalir deras

” jiyeon~ahh! aku … ” hyomin berusaha menggenggam tangan jiyeon tapi jiyeon menepisnya

” kau .. kau keterlaluan hyomin unnie” ucap jiyeon, ia masih menatap eunjung, ia merasa enggan menatap hyomin

” kau pasti tau apa yang aku rasakan saat ini ” jiyeon mulai menatap pada hyomin

” aku kecewa!! ” lanjutnya

” jiyeon~ahh! kau harus tau! aku dan eunjung .. ” ucapan hyomin terhenti

” apa?? ” teriak jiyeon

” kau mau mengatakan kalian hanya teman?? kau mau berbohong lagi padaku?” teriak jiyeon, hyomin hanya menunduk

” jelas jelas dia mengatakan bahwa kau adalah kekasihnya! kau tidak bisa berbohong lagi unnie ” teriak jiyeon

jiyeon tersenyum sinis menatap hyomin yang tengah menunduk sambil menangis

” pernahkan aku mengatakan padamu bahwa aku menyukai eunjung unnie? apakah kau lupa? ” jiyeon men-standar-kan nada bicaranya

mendengar itu, eunjung membungkam mulutnya sendiri, dan mengambil mundur satu langkah kebelakang, ia begitu terkejut dengan ucapan jiyeon

” aku pernah menceritakan padamu tentang perasaan ku pada eunjung unnie? itu tepat 3 tahun yang lalu dikamar kita ” ucap jiyeon

“dan, dan aku ingat tanggal nya,! 1 januari, jadi saat itu, saat aku menceritakan semuanya, sebelum itu kalian …” jiyeon merasa sesak hingga ia tidak sanggup meneruskan kalimatnya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan

” kau lupa? ” jiyeon mulai berteriak lagi

” kau begitu jahat !!! ” ucap jiyeon lalu mendorong tubuh hyomin hingga hyomin terduduk lemah

” jiyeon!! apa yang kau lakukan?” teriak eunjung lalu mendekat pada hyomin

hyomin merasa dada nya sesak, ia memegangi dadanya sendiri dengan airmata yang tidak henti mengalir

” hyomin! are you okay? ” tanya eunjung, hyomin hanya mengangguk

hyomin merasa dada nya semakin sesak, ia berusaha menatap adik nya, tapi jiyeon justru mengalihkan pandangannya kelain arah

hyomin merasa matanya berat, hingga ia benar benar memejamkan matanya dan semua gelap, ia kehilangan kesadaran

*******

” mwo?? Hepatitis B ?? ”

eunjung terkejut setelah penjelasan dokter bernama Lee Qri , dokter yang menangani penyakit hyomin

” kau tidak mengetahui ini sebelumnya? ” tanya dokter shin, eunjung hanya menggeleng

eunjung mengalihkan pandangan pada jiyeon, jiyeon hanya menunduk

” jiyeon!! kau tau,kan?? kenapa kau tidak mengatakan padaku?” tanya eunjung dengan sedikit berteriak

” aku … aku tau! hyomin unnie hanya menceritakan padaku, dia tidak memberitau omma dan appa ” ucap jiyeon

” mwo??”

” tapi~ unnie mengatakan bahwa penyakitnya adalah Hepatitis A” ucap jiyeon

mendengar itu, dokter lee mencoba menjelaskan

” penyakit hyomin~ssi terlalu lama dibiarkan tanpa sedikitpun pengobatan! seperti yang kita tau, dengan hanya diam, tidak akan meringankan suatu penyakit serius seperti ini! kita tentu tau bahwa penyakit seperti ini tidak sama dengan flu atau batuk yang bisa sembuh dalam hitungan hari dengan obat secukupnya ” ucap dokter lee

” penyakit seperti ini disebabkan oleh virus, tentu virus akan menyebar dan berkembang seiring berjalannya waktu, jika tidak ada pengobatan,! sekitar 2 tahun lalu ini memang Hepatitis A, beberapa bulan ini penyakitnya memang sudah Hepatitis B , tapi baru tahap perkembangan sehingga penyembuhan nya akan lebih mudah” jelas dokter lee

” kau harus menyembuhkannya ”
ucap eunjung

” kami akan melakukan yang terbaik! kalian boleh masuk! dia sudah sadar!” ucap dokter lee

setelah dokter lee pergi, eunjung berjalan masuk, jiyeon menunggu didepan pintu, ia tau untuk tidak harus bertemu hyomin sekarang

” pabo~ kenapa kau tidak mengatakan padaku tentang semua ini?? ” tanya eunjung, hyomin hanya tersenyum

” aku tidak ingin kau mengkhawatirkanku ” ucap hyomin

” kau tau? penyakitmu semakin parah dan ini membuat aku semakin mengkhawatirkanmu melebihi seharus nya! jika kau mengatakan tentang penyakitmu sejak awal! mungkin kau sudah sembuh sekarang ” ucap eunjung

” mianhae~~ tidak ada yang bisa ku katakan! tidak ada yang bisa ku lakukan ” ucap hyomin

” belakangan ini, aku merasa semakin buruk! mungkin tidak lama lagi aku akan .. ” sebelum hyomin mengucapkan kata selanjutnya, eunjung lebih dulu memposisikan jari telunjuknya dibibir hyomin

” jangan tinggalkan aku!! ” ucap eunjung

hyomin berusaha mengambil posisi duduk, karena melihat hyomin kesulitan, eunjung membantu sementara jiyeon hanya melihat dari dekat pintu

” tidak ada jalan lain jika mengenai kenyataan, apapun yang sudah ditakdirkan, begitulah yang akan terjadi ” ucap hyomin

” kau tidak sendiri, kita bersama sama! aku akan ada disisimu !! kau harus bertahan, untuk tetap berada disisi ku! aku yakin kau bisa! kau harus kuat ” ucap eunjung, hyomin mengangguk

” dengan kau selalu disisiku, aku akan berjuang dan bertahan ”

******

“Bagaimana keadaanmu??” Tanya wanita tua yang jauh disana terhubung melalui sambungan telefon

” aku.. baik baik saja omma!” jawab gadis berambut kuning pirang itu sedikit gemetar, ia takut jika sebuah pertanyaan mematikan akan dilontarkan omma-nya pada dirinya

“bagaimana dengan unnie-mu?”

semua ketakutan yang ia rasakan benar benar menjadi saat omma-nya menanyakan hal itu, hal yang tidak tau bagaimana ia akan menjawab, keadaan unnie-nya sekarang yang tidak ia ketahui

“Jiyeon-ahh.. kau disana?” tanya omma-nya

” ah~ne omma, hyomin unnie sangat baik disini!!,” bohongnya

“baguslahh! omma merindukan kalian,” ujar sang ibu

” nado omma~ kami merindukan mu juga!! ” ucapnya

“bagaimana sekolah kalian? ”

” bagus! banyak teman baik,”

“baiklah, omma akan memghubungimu lagi lain waktu, omma harus kekantor! sampaikan salamku pada hyomin! saranghae jiyeonnie!! ”

“nado saranghae~”

setelah pembicaraan singkatnya dengan sang ibu, jiyeon kembali berpikir keras tentang hyomin

” arghhhhh~ unnie,!! eottoke?? ” teriaknya

jiyeon kembali menatap ponselnya, ia berpikir untuk menghubungi hyomin, tapi ia tidak tau keadaan hyomin sekarang, sejak beberapa minggu ini, ia tidak mengunjungi rumah sakit, apakah hyomin mau menjawab panggilannya??

“jiyeon ahh~! hyomin unnie pasti mau menerima panggilan telfon dari mu” ucapa sahabatnya seolah menjawab pertanyaan nya

” tapi rambo~ aku takut jika unnie membenciku” ucap jiyeon menatap boram

Boram adalah teman sekelas jiyeon disekolah yang sama dengan eunjung dan hyomin

” hubungi dia!!” ucap boram, jiyeon mengangguk
a
tttuuttt ~ tttuuuttt ~ ttttuuttt

terhubung, butuh beberapa detik menunggu, seseorang menjawab panggilannya dinomor hyomin

“yeoboseo!!” suara eunjung menyapanya

“eunjung unnie?”

“nde~”

“hmm~bagaimana keadaan hyomin unnie? ” tanya jiyeon

” dia baik baik saja” jawab eunjung

” bisa aku bicara dengannya? ”

” dia sedang tidur sekarang, lebih baik kau datang kesini ..”

” baiklahh~ annyeong!!

” bagaimana??” tanya boram

” aku harus kesana” ucap jiyeon

“pergilah” ucap boram

” kau harus ikut, aku akan merasa canggung jika disana sendiri ” ucap jiyeon

“kalian keluarga kan?? kalian harus bisa akrab kembali ” ucap boram

“baiklah~ gomawo rambo” ucap jiyeon,

“jika kau mau pulang, pulanglah, jangan lupa tutup pintu apartemen dengan benar” ucap jiyeon berpesan. boram hanya mengangguk

jiyeon mempersiapkan diri untuk pergi mengunjungi hyomin dirumah sakit, entah mengapa, ia sedikit gugup

dalam perjalanan membutuhkan waktu beberapa menit menuju rumah sakit, setibanya dirumah sakit, jiyeon menghentikan langkah nya didepan pintu rumah sakit besar itu, ia mengambil nafas dan menghembuskan nafas nya perlahan lalu tersenyum, selanjutnya kembali berjalan santai memuju kamar rawat unnie-nya

ia terus tersenyum, setiap langkahnya, setiap saat, setiap waktu hingga ia menghentikan langkahnya saat melihat dokter masuk kedalam kamar rawat unnie-nya denga panik dan seketika senyum dibibir seorang Park Jiyeon menghilang

ia berlari menuju kamar itu dan ia dibuat semakin panik melihat banyaknya darah diranjang hyomin, dan ia tau darah itu keluar dari mulut hyomin, karena baju hyomin juga dipenuhi darah

ia melihat dokter lee dan suster park yang tengah panik menyiapkan beberapa peralatan kesehatan dan eunjung yang tengah menangis

ia berjalan cepat mendekati hyomin yang tengah duduk diranjangnya, ia memposisikan diri nya disisi kiri hyomin dan menanyakan tentang apa yang sebenarnya baru terjadi

” hyomin unnie~ apa yang terjadi??” tanya jiyeon, hyomin hanya terus memegangi dadanya dam kembali memuntahkan darah sedikit demi sedikit

” eunjung unnie., apa yang terjadi?” jiyeon kembali bertanya

” beberapa menit yang lalu, semuanya baik baik saja” ucap eunjung

dengan panik nya jiyeon mengusap punggung unnie-nya itu dengan airmata yang terus mengalir dipipinya

ia melirik pada orang orang yang tampak aneh baginya, dokter dan suster yang nampak sibuk sendiri dimeja yang penuh dengan obat dan suntikkan

sementara eunjung yang berada disisi kanan hyomin, tepatnya dihadapan jiyeon, hanya menangis dan terus memegangi kepalanya, nampak frustasi

” hyomin unnie~~ jangan membuang buang darah mu terus menerus! ” ucapku

hyomin memegangi kepalanya dan kemudian menangis keras

” dokter lee!! apa yang kau lakukan??” teriak eunjung kesal

” bisakah kau menolong unnie-ku sesegera mungkin?? ” jiyeon tidak kalah berteriak pada sang dokter yang masih sibuk mencari obat suntik yang tepat

” unnie~ kau akan baik baik saja!,” ucap jiyeon

bagai tidak dapat berbicara, hyomin menggeleng dan tersenyum, hyomin mengulurkan tangannya pada eunjung meminta eunjung menggenggam tangannya

eunjung mengaitkan tangan kirinya pada tangan kanan hyomin dan menatap hyomin dengan penuh sayang, hyomin terus tersenyum kemudian mengucapkan 3kata

” I Love You..!!”

sekuat tenaga 3 rangkaian kata itu hyomin ucapkan, meskipun hyomin berbisik, tapi eunjung tetap bisa mendengar kata indah itu

dengan perlahan eunjung memeluk erat tubuh hyomin, eunjung merasakan tangan hyomin juga memeluk erat pinggang nya

dan lagi, air mata kembali mengalir, bahkan juga jiyeon, yang sebagai penonton

hyomin perlahan memejamkan matanya, bersamaan dengan itu, setetes airmata juga dijatuhkannya sekali lagi, senyuman dibibirnya lepas bersamaan dengan tangannya yang perlahan melepas pelukannya pada eunjung, disisi lain eunjung justru memeluk hyomin semakin erat saat merasa hyomin tidak memeluk nya lagi, ia sadar bahwa ia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga, lebih berharga dari apapun

airmata mengalir semakin dan semakin deras, dengan dada yang terasa sesak, ia berharap hyomin masih dapat mendengarnya

” I Love You Too..!!”

💝 Flashback End 💝

eunjung terus menatap langit, ia memejamkan matanya dan membiarkan angin berhembus meniup rambut pendeknya

1 detik~

2 detik~

3 detik~

4 detik~

dan di detik ke 5, ia merasakan sepasang tangan memeluk nya dari belakang, seseorang itu memposisikan dagu nya dibahu eunjung, selanjutnya eunjung menggenggam tangan seseorang yang tengah memeluknya itu

“ini adalah setengah tahun yang buruk bagiku! kau tau betapa aku sangat merindukan mu??,” seseorang itu nampak mengutarakan isi hatinya

mendengar itu, eunjung melepaskan tangan seseorang yang melingkar dipinggangnya itu dan berbalik lalu menatap mata seseorang itu

” kau pikir aku bisa belajar dengan tenang? aku juga merasakan hal yang sama, aku merindukanmu! kau tau? kau adalah orang pertama yang ku ingat saat kaki ku menginjak negara ini dan kau adalah orang pertama yang ku temui bahkan sebelum omma dan appa” ucap eunjung

“bagaimana sekolahmu? apa kau punya teman yang banyak? hmm~satu hal yang aku takutkan! ” gadis itu mengambil jeda

” bagaimana jika ada yang menggodamu??,” gadis itu memasang wajah cemberut

” meskipun ada, aku selalu menjadikanmu sebagai satu satunya yang berada dalam hatiku, karena hanya kau saat ini yang ku punya!!” ucap eunjung,

gadis itu tersenyum lagi, eunjung mengarahkan tangannya untuk mengusap pipi gadis dihadapannya

” you are gonna be my love, you are gonna be my life, and you are always be my love !!”

gadis dihadapannya itu seketika tersenyum. melihat itu, dengan cepat eunjung memberi ciuman dibibir gadis itu, bahkan gadis itu belum sempat menutup matanya, ia justru membuka lebar matanya karena terkejut

“yaahh! aku belum siap!!,” ucap gadis itu setelah eunjung menciumnya, eunjung hanya memberikan senyuman pada gadis manja dihadapannya itu

setelah melihat senyuman eunjung, gadis itu kembali memejamkan matanya sambil tersenyum dan melangkah lebih dekat pada eunjung

beberapa detik~

gadis itu tetap tidak membuka matanya sementara eunjung sibuk menahan diri agar tidak tertawa, segera ia memeluk gadis dihadapannya itu, gadis itu membuka matanya, nampak berpikir tapi sedetik kemudian ia membalas pelukan eunjung

” saranghae~..”

” nado saranghae~..”

dalam pelukan itu, eunjung menerawang disekitarnya, dan ia menghentikan pandangannya pada sebuah frame foto yang terletak didinding, cukup besar dan nampak jelas wajah seorang gadis cantik yang memiliki mata indah didalam frame itu

ia tersenyum memandangi gadis cantik yang bagaikan malaikat itu

” aku merindukanmu!! meski terdengar mustahil, tapi aku ingin memelukmu!! ” ucapnya dalam hati

” kau sangat berarti dalam hidupku, tanpamu mungkin aku tidak akan merasakan kebahagiaan! tapi kebahagiaan sesungguhnya dalam hidupku adalah karena aku dapat mengenalmu!!aku beruntung bertemu denganmu..”

” thanks for all Jiyeon~ahh!!❀”

💟 Flashback 💟

” dokter lee! waktu mu untuk main main telah habis !! cepat periksa unnie-ku” teriak jiyeon ketika melihat hyomin memejamkan matanya

jiyeon menarik dokter lee mendekati hyomin, kemudian dokter lee melihat keadaan hyomin

” ini tidak baik!!,” ucap dokter lee

” apa maksudmu?” tanya eunjung

” ini yang kami takutkan! ” dokter lee itu menatap suster soyeon park, suster itu juga nampak panik

” katakan, apa yang terjadi” ucap jiyeon

” kami sudah yakin bahwa hepatitis b ini tidak akan berlanjut menuju kerusakan hati, tapi.. ” dokter lee menghentikan bicaranya saat eunjung menghela nafas dan mendekati jendela lalu memandang langit, ia nampak semakin frustasi, jiyeon hanya dapat memandangi wajah pucat unnie-nya

” dia butuh pendonor, dan dari awal kami sudah mempersiapkan untuk semua ini meski ini tidak diinginkan, kami sudah mempersiapkan semuanya dan akan datang dalam waktu 3 hari ini, tapi hyomin-ssi tidak dapat menunggu selama itu” ucap dokter lee

“biarkan aku yang menjadi pendonor nya” ucap jiyeon langsung

mendengar itu, semua yang berada dalam ruangan seketika terkejut

” tapi, ini tidak seperti yang kau bayangkan! seseorang mungkin bisa hidup dengan satu ginjal, tapi tidak tanpa hati!!” ucap dokter lee

jiyeon nampak berpikir, kemudian dia memandang eunjung, eunjung juga menatap jiyeon, jiyeon tau tatapan eunjung seolah mengatakan

” jangan lakukan!!”

” aku akan tetap melakukannya” ucap jiyeon

” apa kau yakin? ” tanya suster soyeon park, jiyeon mengangguk

” baiklah, akan kami urus semuanya,” ucap dokter lee

” jiyeon~ kau tidak boleh melakukan ini” ucap eunjung setelah dokter lee dan suster park pergi

” tentu saja aku boleh! aku adiknya” ucap jiyeon

” tapi ..”

” aku mencintaimu.. ” ucapan jiyeon membuat eunjung terdiam

” aku ingin kau bahagia!!” lanjutnya

” jika setelah ini aku akan melihatmu terus menangis! lebih baik aku membuat mu bahagia selagi aku bisa ”

” tapi jiyeon~ahh..”

“gwenchana!! let me see your smile” ucap jiyeon memotong ucapan eunjung

eunjung diam sejenak, setetes airmara dijatuhkannya lagi, selanjutnya ia berusaha membuat senyum dibibirnya lalu memeluk erat tubuh jiyeon, jiyeon membalas pelukan itu

” uljima unnie~ jeongmal saranghae!!”

” nado saranghae!!”

👉 The End 👈

Advertisements

13 Comments Add yours

  1. im d says:

    Kira-in yg mati tu Hyomin eh ga tao ny Jiyeon.. sedih bgt c.. Jiyeon mulia bgt dah

    Liked by 1 person

    1. ^_^ stay tune aja yaa πŸ™‚ projek horror menanti

      Like

  2. desi14 says:

    skian lama dah aku nunggu2 ff ni thor!!
    Duuuhhh…ampe mau nangis baca na
    Wah makasih dah update ya thor

    Like

    1. maaf membuatmu menunggu lama πŸ˜€
      thanks for wait,, tunggu lagi next nya yaa :*

      Like

  3. Hara says:

    Daebakkk!!!
    Cerita nya keren dan mnyentuh banget~ q kira jiyeon yg mnjdi pasangan jungie stlah kejadian di RS itu, trnyata msih hyomin~ I Love EunMin ^_^
    Di tunggu next ff nya~ Author Hwaithing

    Liked by 1 person

    1. terima kasih atas telah mampir :*

      Like

      1. Hara says:

        Sama sama ^_^
        kapan kapan q bleh mampir lg ga author ~ ?? Soal’a q suka bngt ff tntang t-ara plus eunmin couple πŸ˜‰

        Like

      2. boleh dongg …πŸ˜‚ malah saya sangat senang jika reader sering baca disiniπŸ˜„

        Like

  4. Rian says:

    Good story,, I like this ff.. For next ff , author hwaiting,,!!!!

    Like

    1. thanks .. keep wait :8

      Like

      1. Rian says:

        Welcome,,,, q slalu mnunggu tuk smua crita yg km buat author,,,, πŸ˜€

        Liked by 1 person

      2. ihihhh😁 thanks

        Like

  5. Hara says:

    Daebakkk!!!
    Cerita nya keren dan mnyentuh banget~ q kira jiyeon yg mnjdi pasangan jungie stlah kejadian di RS itu, trnyata msih dgn hyomin~ ^_^
    Di tunggu next ff nya~ Author Hwaithing

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s