From The Friendship part2


image

Author : EunMin Shipper

Tittle : From The Friendship

Genre : Romance

Main Cast :
👉Tiffany Hwang
👉Jessica Jung
👉Eunjung Ham
👉Hyomin Park
👉Hwayoung Ryu
👉Jiyeon Park

Other Cast :
👉 Kim Taeyeon

Copas&Plagiat

📖Happy Reading📖

💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟

Jam istirahat tengah berlangsung, keramaian mulai terjadi dikelas, semua murid ada pada kesibukan masing masing

Jessica yang kali ini tengah sibuk menyalin jawaban tugas matematika dari buku eunjung kedalam buku nya yang masih harus setengah halaman lagi diisi

jessica tengah sibuk menulis sementara tiffany hanya melihat sambil menopang dagunya, ia sudah selesai untuk tugas nya, tidak lain tiffany juga melakukan hal yang sama seperti jessica, namun ia menyalin tugas nya pagi pagi buta jauh sebelum pelajaran matematika dimulai

“ehhmm ”

jessica tidak menghiraukan yang ia dengar, ia lebih mementingkan tugasnya yang harus selesai 15 menit lagi, ia sama sekali tidak memandang seseorang yang kini tengah berdiri didepan mejanya sampai tiffany mencubit perutnya agar menatap orang itu

“yahh~ada apa?? ” teriak jessica ketika ia merasa risih dengan tiffany, tiffany hanya terus menatap seseorang didepannya hingga jessica nengalihkan pandangan pada seseorang itu

jessica membulatkan matanya saat orang itu membuka telapak tangannya dihadapan jessica, jessica tau jelas apa yang gadis dihadapannya minta

” mianhae sunbaenim, tapi aku sama sekali belum selesai dengan buku itu ” ucap jessica dengan sesopan mungkin

” tapi aku sangat membutuhkan buku itu, hanya kali ini! kau ingat berapa lama kau memegang buku itu, bukankah aku yang seharusnya mendapatkan buku itu? tapi aku merasa kau lebih membutuhkannya jadi aku berikan padamu, tapi kali ini buku itu sangat aku butuhkan ” ucap taeyeon

” apa?? aku lebih membutuhkannya? kata katamu mengesankan aku seorang yang bodoh sehingga lebih membutuhkan buku itu daripada dirimu ” jessica mulai kesal dengan cara bicara sunbae nya

” aniya~bukan itu maksudku, sudahlah, aku menginginkan buku itu sekarang ” ucap taeyeon

taeyeon mulai kesal dengan jessica, ia tidak ingin kejadian 2bulan lalu kembali terulang lagi saat dimana ia mengikuti perlombaan cerdas matematika tingkatan kota seoul, ia benar benar malu saat ia mendapat peringkat 3 meskipun juara umum, ia berharap peringkat pertama bisa ia dapatkan, mengingat ia dengan susah payah mengalahkan eunjung untuk tes awal siapa yang berhak mengikuti lomba itu terlebih satu hal yang sangat membuatnya kesal adalah saat dimana kepala sekolah mengatakan bahwa ia menyesal memilih taeyeon karena seharusnya ia memilih eunjung untuk perlombaan itu

dengan buku matematika cerdas itu taeyeon akan bisa menghafal banyak rumus dengan mudah dalam waktu singkat tapi jessica adalah satu satu nya penghalang untuk kemenangannya saat ini

” sekali lagi mianhaeyo sunbaenim, buku itu tidak kubawa kesini, buku itu dirumah sekarang ” ucap jessica

” pabo~aku tidak perduli, aku ingin buku itu sekarang juga ” teriak taeyeon

“yahh~ kau tidak lihat aku sibuk untuk tugasku, mianhae aku tidak punya waktu sekarang, aku akan berikan buku itu besok ” ucap jessica kembali menulis dibukunya

” aniyo~ ” teriak taeyeon

” yahh~ sebenarnya untuk apa buku itu? kau sudah pintar kan? masih kurang kepintaranmu?” jessica mulai kesal karena taeyeon masih mengganggunya

” aku harus mengikuti perlombaan tingkatan kota busan, cepat berikan buku itu, aku harus mengitu tes awal terlebih dulu hari ini ”

” gunakan otakmu seadanya jika kau tidak mau menunggu besok ” ucap jessica singkat kemudian kembali pada tugasnya

” yahh~Sica !! kau tidak mengerti juga ? aku harus mengalahkan Ham .. ” ucapan taeyeon terhenti saat akan menyebutkan nama lengkap Eunjung karena tanpa disengaja eunjung sudah menatapnya terlebih dulu

segera taeyeon merebut buku tugas jessica dan memberikannya pada tiffany

” aku akan mengantarmu sampai rumah untuk buku itu dan tugas mu kau serahkan saja pada teman sebangkumu ini ” ucap taeyeon kemudian menarik jessica

” yahh~sunbaenin!! tiffany tolong tugasku kau lanjutkan, aku akan kembali sebelum jam istirahat selesai, aku berjanji untuk itu! tunggu aku ne~” jessica berteriak karena taeyeon terus menariknya keluar

” gomawo fany ” teriak jessica sekeras mungkin saat didekat pintu keluar kelasnya

***

” sebenarnya seberapa penting perlombaan itu? ” tanya jessica

taeyeon menyetir mobilnya dengan cepat, dalam perjalanan ia sibuk menghafal jalan rumah jessica yang alamatnya baru jessica katakan padanya

” aku harus mengikuti lomba itu, harus, ini demi sekolah” ucap taeyeon masih sibuk pada jalanan

” untuk apa? bukankah sudah ada eunjung ” tanya jessica lagi

” justru karena itu! karena ham eunjung aku harus ikut perlombaan itu, lucu jika aku kalah dari dia ” ucap taeyeon tanpa sedikitpun senyuman atau semacamnya

” tidak lucu, jika kemampuanmu tidak cukup! tidak perlu dipaksakan ” ucap jessica

” tutup mulutmu! kenapa kau nampak meremehkan ku? aku tau dia sahabatmu ” ucap taeyeon

jessica diam, ia mulai takut sunbae nya itu akan marah jika ia berbicara lagi, ia diam hingga ia sampai pada tujuannya kerumah

” sunbaenim, kajja ikut aku masuk ” ucap jessica

” tidak perlu, aku tunggu disini” ucap taeyeon

” yahh~ kau pikir aku menyuruhmu masuk karena apa? aku ingin kau ikut mencari buku itu, aku tidak melihatnya selama 1 bulan ini ”

” apa? buku itu hilang? ”

” tidak tidak! bukan hilang hanya aku lupa menyimpannya dimana”

” haizhh ~ pabo ”

taeyeon keluar dari mobilnya dan ikut mencari dimana buku itu, bagaimanapun buku itu harus ditemukan
dan selama beberapa jam

” hah! kau itu, jika buku itu ada bersamaku, mungkin aku akan merawat buku itu sebaik mungkin bahkan aku akan menyiapkan tempat tidur khusus untuk buku itu, sementara kau? kau malah menghilangkannya begitu saja ”

jessica mengalihkan pandangannya pada taeyeon yang baru saja mengatakan sesuatu yang menurutnya berlebihan

” aku tidak pernah menghilangkannya! kau berlebihan sunbaenim ” ucap jessica sementara taeyeon masih mencari buku itu

taeyeon hanya menghela nafas, ia mencari disetiap laci sebuah lemari besar sementara jessica mengambil kursi dan meletakkan nya didekat lemari itu, ia berniat naik kekursi itu dan mencari buku itu diatas lemari karena seingatnya buku itu diatas lemari berkat ibu nya yang meletakkannya disana

” aku menemukannya ” ucap jessica memegang erat buku itu

“hhhhhaaaaaaa ” teriak jessica saat kursi itu bergoyang sehingga tubuhnya tidak seimbang, melihat itu taeyeon segera menangkap jessica

jessica membulatkan matanya, ia terkejut tapi ia sedikit tenang saat sadar dirinya tidak jadi berpapasan dengan lantai yang ia tau pasti akan sakit rasanya

jessica melihat taeyeon yang terus menatapnya dalam jarak dekat, jantung jessica seketika berdetak kencang saat mengingat kejadian dihalte bus beberapa waktu belakangan, segera ia melepaskan diri

” yaa~mianhae sunbaenim, tapi jangan harap aku akan tertarik padamu ataupun kau yang menarik perhatianku tapi aku tidak akan terpengaruh untuk semua itu ” ucap jessica

” ini bukumu dan cepat antar aku kembali kesekolah ” ucap jessica memberikan buku itu dan berjalan duluan menuju mobil taeyeon, taeyeon hanya menahan tawa nya dan mengikuti langkah jessica

💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

” jadi kau memenuhi permintaan kepala sekolah untuk perlombaan itu? ” tanya hwayoung pada eunjung

eunjung hanya mengangguk sambil memandangi buku matematikanya, dari wajahnya, siapapun bisa melihat jika eunjung sedang malas mengikuti perlombaan itu

” kau nampak tidak serius ” ucap jiyeon tapi eunjung hanya diam

My Love, saranghaeyo, saranghaeyo keutae chekooin naeyo..
My Love itchi maraeyo, chiyeo jima rayeo, uriyae sarangeu..

👉Taeyeon-I Love You👈

lagu itu terus mengalun dari earphone yang ia kenakan, pandangannya terus tertuju pada teman sebangkunya yang belakangan ini membuatnya bagaikan gadis gila yang terus melamun dan tidak sedikitpun bisa memikirkan hal lain selain dia

Park Hyomin, ia menopang dagunya dan membiarkan pandangannya terus tertuju pada Ham Eunjung, teman sebangku nya yang ia sebut sahabat

” omo~ ada apa dengan diriku? kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya? kenapa aku tidak bisa berpaling saat sedang memandangnya? apa arti semua ini?? ” batin hyomin terus bertanya pada dirinya sendiri, pandangannya terus tertuju pada eunjung yang nampak menulis sesuatu dibukunya sendiri

hyomin memejamkan matanya sejenak, ia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya, ia mencoba berpikir positif meski semua jawaban akan semua pertanyaannya tadi pasti tertuju pada satu hal

hyomin kembali membuka matanya dan kembali menatap eunjung yang tidak menatapnya, ia menampakan wajah sedih dan bingung yang bisa dilihat oleh hwayoung dan jiyeon, namun tidak satu dari mereka yang mau mempertanyakannya, mereka memilih melihat apa yang akan terjadi pada hyomin selanjutnya

image

eunjung menunjukkan buku tulisnya yang berisikan tulisan tangannya pada hyomin tanpa menatap hyomin, hyomin membulatkan matanya saat membaca tulisan itu

Don’t Look At Me!
You Will Like Me More

dengan cepat hyomin mengambil paksa buku itu dari tangan eunjung saat melihat hwayoung dan jiyeon baru akan membaca tulisan dalam buku itu

” apa maksudmu? ” tanya hyomin sambil berteriak dan membanting buku itu diatas mejanya

” seharusnya kau bertanya kenapa aku bisa tau ” ucap eunjung santai sambil kembali pada buku matematika nya

” siapa bilang aku melihatmu? ” ucap hyomin

” Jangan Melihatku ” ucap hwayoung membaca tulisan dibuku eunjung yang bisa dia lihat diatas meja yang hyomin biarkan

” Kau Akan Semakin MenyukaiKu” jiyeon juga membaca tulisan bagian kedua

sesegera mungkin hyomin kembali mengambil buku itu saat semua mata memandang nya

” yahhh~ pabo !! ” teriak hyomin memukul kepala jiyeon dan hwayoung dengan buku eunjung

” yahh~ kenapa kau memukul kami? kami hanya membaca ” ucap jiyeon

” lagipula kenapa? memang sejak tadi kau terus melihat eunjung! kami memperhatikanmu hyomin-ahh ” ucap hwayoung

” paboya~ pabo pabo pabo ” teriak hyomin sambil terus memukul lengan eunjung, sesaat kemudian, eunjung menahan tangan hyomin untuk berhenti memukulnya

” aku tau kau menyukaiku, jika kau tidak ingin membahasnya, lebih baik kau diam ” ucap eunjung masih menggenggam tangan hyomin sementara hyomin hanya diam menatap kedua mata eunjung

” jangan menggangguku ” ucap eunjung kemudian ia menulis beberapa rumus matematika dibukunya

” tapi, tapi .. siapa bilang aku menyukaimu?? kau gila hah? ” ucap hyomin, ia risih dengan tatapan tatapan semua orang terlebih tiffany juga memilih menatapnya dari pada melanjutkan aktivitasnya untuk tugas jessica

setelah ucapan hyomin, tanpa berpikir panjang eunjung mencium pipi hyomin, hyomin membulatkan matanya, keterkejutannya tidak hanya berakhir disitu, ia juga merasakan eunjung menyentuh dadanya untuk merasakan detak jantungnya yang kini berdetak kencang kemudian eunjung kembali menjaga jarak dengannya

” itu cukup membuktikan bagaimana perasaanmu padaku” ucap eunjung menunjuk dada hyomin dengan pulpennya kemudian eunjung kembali pada rumus rumus matematika nya

hyomin memposisikan tangan nya didadanya sendiri, detak jantung ini memang sama seperti detak jantung yang sebelum nya ia tanyakan pada dirinya sendiri

hyomin menatap sekelilingnya yang sudah lebih dulu menatapnya, ia melihat hwayoung dan jiyeon yang sudah menatapnya dengan tatapan aneh, ia berdiri dari duduknya dan mengambil bukunya didalam tas

” wae? waeyo? kalian mempercayainya? kalian percaya apa yang dia katakan? kalian percaya aku menyukainya? ” tanya hyomin pada hwayoung dan jiyeon sambil memukul kepala kedua sahabatnya itu dengan bukunya

” hyomin hentikan! hentikan! ” teriak jiyeon membuat hyomin menghentikan pukulannya

” aku akan tidak mempercayainya tapi aku harus merasakan detak jantungmu dulu ” ucap hwayoung mengarahkan tangannya pada dada hyomin, sebelum tangan itu sampai pada dada hyomin, hyomin lebih dulu memukul tangan itu dengan bukunya

” kau pikir kau bisa menyentuhku? apa lagi untuk memegang dadaku! tidak bisa!! dasarr yadong ” ucap hyomin kembali memukul hwayoung, seisi kelas justru tertawa dengan kelakuan hyomin dan hwayoung sementara eunjung dan tiffany masih menahan tawanya

” tapi kenapa kau membiarkan eunjung memegang dadamu bahkan dia mencium pipimu, besok kau membiarkan dia berbuat apa lagi? mencium bibirmu hah?? ” ucap hwayoung

” heyy~ aku tidak membiarkannya tapi dia yang mencuri semuanya, dia ..” teriak hyomin terhenti saat eunjung berdiri dari duduknya dan menatap hyomin

” kau tau kan? aku sedang sibuk belajar ?? ” tanya eunjung sambil terus berjalan mendekati hyomin, suasana hening seketika sementara detak jantung hyomin semakin kencang

” bisakah kau diam? ” tanya eunjung lagi, kini jarak mereka sudah sangat dekat hingga akhirnya hyomin mengangguk pelan

” baguss!! ” ucap eunjung dan kembali pada kegiatannya

” hhhhuuuuhhhh ” hyomin menghembuskan nafas lega dan mengusap dadanya

hyomin kembali duduk dan memainkan ponselnya, memasang earphone ditelinganya dan kembali memainkan musiknya

kini eunjung lah yang tengah menatap hyomin, tanpa mereka sadari semua mata masih memandangi mereka

eunjung tersenyum melihat hyomin nampak berpikir, eunjung meniup rambut hyomin, hyomin terkejut kemudian mengalihkan pandangan nya pada eunjung tapi eunjung sudah lebih dulu menatap bukunya, tapi hyomin tau eunjung meniup rambutnya karena saat ini eunjung tengah tersenyum

hyomin menatap eunjung dan kemudian tersenyum, ia sedikit ragu akan perasaannya, tapi ia tau ini adalah perasaan suka, persis seperti yang eunjung katakan

💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

jessica menutup pintu mobil taeyeon dengan kencang dan berlari menuju kelas saat melihat banyak murid berhamburan keluar kelas dengan membawa tas mereka, pertanda sekolah sudah dibubarkan

” Fany-ahh!!” panggil jessica pada tiffany yang tengah memandang keluar jendela kelas

” fany-ah! ” panggil jessica lagi kemudian berjalan mendekati tiffany

” sebelum jam istirahat selesai??” ucap tiffany masih pada posisinya tanpa menatap jessica, ini membuat jessica menghentikan langkah kakinya dan sejenak terdiam

” ini jam istirahat? ” ucap tiffany lagi, masih sama, dia tetap memilih menatap keluar jendela, jessica mendekat padanya

” mianhae fany~ahh! ” ucap jessica memegang kedua bahu tiffany

” apa yang kalian lakukan? ” tanya tiffany langsung

” kami hanya mencari buku matematika, lalu apa lagi? ” jawab jessica

” kenapa lama sekali? kau berjanji untuk kembali sebelum jam istirahat berakhir kan??” ucap tiffany

” aku tau, tapi aku tidak mengerti kenapa aku datang terlambat ” ucap jessica, jessica menatap tiffany yang membelakanginya

” aku kecewa padamu ” ucap tiffany singkat

” fany~ahh ” jessica hanya mampu menyuarakan nama tiffany, tiffany membalik badannya menatap jessica

” aku kecewa karena kau tidak bisa menepati janjimu! kau sudah berjanji, bagaimanapun caranya kau harus bisa menepatinya ” ucap tiffany

” siapa yang mengajarimu menjadi seorang yang pengingkar? ” ucap tiffany lagi

” mianhae fany~ah, ini tidak akan terjadi lagi, aku berjanji padamu ” ucap jessica

” kau selalu berjanji, baru saja kau berjanji lagi padaku ” ucap tiffany, jessica hanya menunduk

” kali ini, jangan ingkari lagi janjimu, itu tidak baik! ” ucap tiffany mengangkat dagu jessica untuk menatapnya, jessica mengangguk

” baiklah! ” tiffany merangkul jessica dan mengajak jessica segera menuju mobilnya

” apa?? tidak ada tes awal? ”

jessica mengalihkan pandangannya pada sumber suara

” ne~ kepala sekolah sudah menetapkan Ham Eunjung untuk mengikuti perlombaan itu ”

jessica melepaskan rangkulan tiffany, ia melingkarkan tangannya dilengan tiffany dan mengarahkan tiffany agar berjalan lebih pelan

” tapi! ini tidak adil bagiku ”

jessica terus memandang taeyeon dan salah satu gurunya

” mianhae kim taeyeon, tapi ini keputusan kepala sekolah kita ” guru itu berjalan meninggalkan taeyeon

” sial!!! ” taeyeon berteriak

tiffany mengalihkan pandangannya pada taeyeon yang tidak jauh dibelakangnya sementara jessica sudah lebih dulu memandang taeyeon

” itu kim taeyeon? ada apa dengannga? ” tanya tiffany

” mollayo~ ” ucap jessica singkat

***
jessica menatap lurus kejalan, memori pikirannya tidak berhenti memutar kejadian beberapa jam yang lalu dirumahnya

kini ia mengalihkan pandangannya pada langit dari dalam kaca jendela mobil tiffany, ia melihat beberapa air mulai membasahi mobil tiffany, hujan turun

ia tersenyum pada langit, entah kenapa saat mengingat kejadian dirumahnya, ia merasa itu lucu

” kita sampai ” ucap tiffany

tiffany membuka pintu mobilnya untuk jessica dan berjalan mengikuti jessica kedepan pintu rumahnya

” kau mau mampir dulu? ” ucap jessica

” ani- aku akan langsung pulang” ucap tiffany berbalik dan bersiap untuk pulang

” fany-ah ” panggil jessica, tiffany kembali berbalik badan

” gomawo! kau sudah menungguku meski aku mengingkari janjiku ” ucap jessica kemudian memberikan ciuman nya dipipi tiffany

” sampai jumpa besok ” ucap jessica kemudian masuk dalam rumahnya sementara tiffany masih mematung

didalam kamar jessica melirik tiffany yang tengah berjalan menuju mobilnya sambil tersenyum sendiri bagai orang gila, melihat itu jessica ikut tersenyum kemudian ia kembali memandang hujan, ini musim gugur, tapi bisa bisa nya hujan turun

ini aneh, seaneh perasannya!! Perasaannya saat melihat sunbaenim nya itu, Kim Taeyeon!

💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

bel berbunyi, pertanda jam sekolah sudah berakhir untuk hari ini, seorang gadis berponi merapihkan bukunya dengan bergegas ia berjalan menuju pintu kelas

” hwayoung kajja!! ” ucapnya meminta teman sebangkunya untuk cepat

” sebentar jiyeon~ahh ” jawab hwayoung

didepan pintu kelas, jiyeon terdiam melamun sementara beberapa murid berlalu lalang didepannya

” jiyeon~ahh aku dan eunjung pulang duluan ” ucap hyomin membangunkannya dari lamunannya dengan pikiran kosong

” ne hyomin~ah .. ” ucapnya selanjutnya ia memegang bahu hyomin

” nanti malam kau pikirkan baik baik, benarkah kau menyukai eunjung?? ” ucap jiyeon tersenyum pada hyomin kemudian ia melirik pada eunjung yang berada disamping hyomin, eunjung hanya tersenyum kemudian ia menjitak kepala jiyeon

” yahh~ sakit!! ” ucap jiyeon, kemudian eunjung kembali mengusap kepala jiyeon

” jangan kau anggap serius kejadian tadi ” ucap eunjung pada jiyeon, jiyeon nampak berpikir sementara hyomin justru mengalihkan pandangannya pada eunjung, ada raut kecewa dari wajah hyomin

” tapi tadi kau mencium hyomin” ucap jiyeon

” lalu apa masalahnya? kau mau aku menciummu juga?? ” ucap eunjung kemudian mendekat pada jiyeon, jiyeon sama sekali tidak bergeming seolah ia membiarkan eunjung menciumnya

saat jarak itu semakin dengan antara eunjung dan jiyeon, hwayoung yang melihat hanya mematung dalam diam, ia ingin mencegah tapi tubuhnya bagai tersihir menjadi patung yang tidak bisa bergerak

” yaa~apa yang kalian lakukan?” tanya hyomin sambil menarik tangan eunjung untuk menjauh dari jiyeon, hyomin bisa bernafas lega karena bisa mencegah hal itu terjadi begitu juga dengan hwayoung

” ada apa dengan wajahmu? ” tanya eunjung sambil memegang kedua pipi hyomin dengan tangannya, kini mereka berdiri saling berhadapan

” kau cemburu? ” pertanyaan eunjung membuat jantung hyomin kembali berdetak kencang dari biasanya, sesungguh nya ia lelah merasakan detak jantung yang seperti ini

” apa? cemburu?? aku??” tanya hyomin menunjuk dirinya sendiri

” baiklah maaf kan aku! aku tidak akan membuatmu cemburu lagi ” ucap eunjung dengan sangat percaya diri kemudian merangkul hyomin untuk kembali berjalan menuju mobilnya

jiyeon memandang kedua sahabatnya itu, kemudian mengalihkan pandangan pada hwayoung

” kau yakin mereka bersahabat?” tanya jiyeon

” atau lebih?? ” lanjut jiyeon

” menurutmu? ” tanya hwayoung kemudian merangkul jiyeon dan mengajak jiyeon berjalan bersama

” menurutku … ”

” bagaimana pendapatmu tentang hubungan semacam itu?” tanya hwayoung

” aneh!! ” jawab jiyeon singkat

hwayoung hanya diam, ia memikirkan apakah dia bisa mengatakan pada jiyeon tentang perasaannya?

hwayoung membuka pintu mobilnya untuk jiyeon selanjutnya ia masuk dan menjalankan mobilnya, dalam perjalanan suasana hening

” jiyeon~ahh ”

” hmmm ”

” menurutmu, hyomin benar benar menyukai eunjung? ” tanya hwayoung sambil fokus pada jalanan

” molla~tapi aku benar benar merasa aneh dengan hubungan mereka, tadi saat eunjung hampir menciumku, hyomin mencegahnya, itu bukti kuat kalau hyomin memang cemburu ” ucap jiyeon

” ohyaa .. kenapa kau membiarkan eunjung hampir menciummu ?? ” tanya hwayoung

” aku hanya ingin merasakan apa yang hyomin rasakan? tapi sampai jarak yang sangat dekat, jantungku tidak merespon apapun ” ucap jiyeon

” berarti kau tidak menyukai eunjung ” ucap hwayoung

” kapan aku pernah bilang menyukainya? pabo ” ucap jiyeon mengacak rambut hwayoung kemudian tertawa lepas

sesampai nya ditujuan..

” kau mau masuk dulu atau .. ” ucap jiyeon

” aku akan langsung pulang saja ” ucap hwayoung

” kau yakin? ” tanya jiyeon lagi

” tidak !! ” ucap hwayoung sambil tersenyum

” aigoo~ kajja! masuklah ” ucap jiyeon mempersilahkan hwayoung untuk masuk dalam rumahnya

” annyeong omma!! ” teriak jiyeon tapi tidak ada jawaban

” dimana omma-mu? ” tanya hwayoung

” pasti belum pulang, kau duduk lah dulu, aku akan menyiapkan makan siang ” ucap jiyeon sambil berjalan kedapurnya

” tapi aku tidak lapar ” ucap hwayoung

” bohong! mana mungkin kau tidak lapar ” jiyeon setengah berteriak karena ada dinding yang memisahkan dapur dan ruang tamu

hwayoung tidak menjawab, ia memilih mengambil duduk disalah satu sofa dan menerawang sekeliling rumah jiyeon, ini pertama kalinya ia kesini

” ini! makanlah! ” jiyeon berjalan kearah hwayoung dan memberikan semangkuk sup hangat untuk hwayoung

” ahh~ diluar hujan! kenapa bisa hujan turun dimusim gugur? seharusnya hujan tidak turun disaat pohon sedang melepaskan daunnya! aneh ” ucap jiyeon memandang keluar jendela, hwayoung hanya memperhatikam jiyeon

” ya!! kajjayo.. makanlah ” ucap jiyeon kembali mendekati hwayoung

” perlu aku menyuapi mu?? ” tanya jiyeon

” tentu saja tidak ” jawab hwayoung

” kalau begitu! tunggu apa lagi? makanlah ” ucap jiyeon, hwayoung hanya melempar senyum dan kemudian memakan sup nya

” bagaimana? ”

” enak! kau yang memasaknya? ”

” bukan!! ibuku yang memasaknya ” jawab jiyeon dengan raut wajah penuh kegembiraan

” huh~ aku kira kau yang memasaknya ” ucap hwayoung, jiyeon hanya mengangkat tangannya dan membentuk “peace”

jiyeon memposisikan kepalanya di paha hwayoung setelah hwayoung menyelesaikan makannya

” kau yakin? omma mu tidak dirumah?? ” tanya hwayoung

” aku yakin, mungkin dia mengantar boram unnie kekampus ” ucap jiyeon

” kenapa boram unnie tidak pergi seorang diri? ” tanya hwayoung

” kau itu! seperti tidak tau boram unnie, dia biar tua begitu tapi manja ” ucap jiyeon nampak menjelek jelekan unnie nya

Jeon BoRam adalah Kakak angkat jiyeon, kini boram berkuliah di myungji art high school, dia memang kakak jiyeon tapi banyak yang mengira dia adalah adik nya saat ia berjalan bersama jiyeon yang jauh lebih tinggi dari nya, boram juga anak yang manja dalam keluarganya dan dia juga paling banyak makan meski begitu ia tidak lupa untuk terus berprestasi, sebab itu omma nya sangat menyayanginya dan kadang mengabaikan jiyeon meski jiyeon adalah adik boram

” jiyeon~ahh ” panggil hwayoung saat mata jiyeon terpejam

hwayoung tersenyum saat tau bahwa jiyeon tengah tertidur dipangkuannya, hwayoung mengarahkan tangannya untuk mengusap kepala jiyeon dengan sayang

ia terus memandangi wajah jiyeon, wajah gadis yang sangat ia sayangi, gadis yang sangat ia cintai dan gadis ini sangat berharga baginya, hingga dia tidak akan tinggal diam jika melihat siapapun membuat gadis ini menangis

” aku memberikan cinta dan rasa sayang untukmu, aku ingin kau mau menjadi lebih dari sahabat untukku, cobalah kau melihat bahwa aku selalu memperhatikanmu, semoga kau bisa membaca isi hatiku Jiyeon~ahh ”

💘💘TBC💘💘

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. im d says:

    Susah d tebak y hati mrka akan berlabuh ke siap.. Jessie milih Fany or Tae.. lanjut ah

    Liked by 1 person

  2. pabo says:

    Suka bgt ceritanya 😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s